Menteri ESDM Sebut Medco Pertimbangkan Beli 10% PI Shell di Masela

Kamis, 22 September 2022 | 05:30 WIB   Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Menteri ESDM Sebut Medco Pertimbangkan Beli 10% PI Shell di Masela


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri ESDM, Arifin Tasrif menyampaikan, selain Pertamina perusahaan yang akan masuk konsorsium untuk membeli 35% participating interest (PI) milik Shell Upstream Overseas Services Limited (Shell) dalam proyek Abadi di Blok Masela. 

“Medco konsider 10% tetapi dari pemerintah sih mau saja tergantung dari konsorsium saja maunya bagaimana kan ada 35% nih,” jelasnya di JCC Senayan, Rabu (21/9). 

Memang, sebelumnya Direktur Utama Medco Energi Internasional, Hilmi Panigoro pernah mengatakan kepada Kontan, Medco tertarik untuk masuk jika keekonomian proyek bagus. Hanya saja mereka hanya ingin menjadi minoritas saja untuk proses pembelajaran. 

Di sisi lain, perihal berapa banyak PI yang dapat dibeli Pertamina, Arifin mengatakan, pemerintah menyerahkan proses ini ke pihak konsorsium saja. 

Baca Juga: Kementerian ESDM Buka Lelang Blok Migas West Kampar

“Pertamina masih hitung-hitung dan sedang berproses,” ujarnya. 

Senada, Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto menjelaskan, saat ini Blok Masela juga sudah mulai banyak yang tertarik dan nantinya akan dipertemukan dengan Shell sebagai pihak yang akan mendivestasi. 

Dwi memberikan bocoran nantinya konsorsium untuk menggantikan Shell di Masela terdiri dari dua atau tiga perusahaan, meski masih ada catatan tergantung negosiasi dengan Shell. 

Adapun sebelum mencapai Final Investment Decision (FID), tentu perlu difinalkan dahulu Plan of Development (POD). Dwi mengatakan, diharapkan akhir tahun dan awal tahun depan PoD bisa difinalisasi, kemudian proses berlanjut pada pre-feed untuk mendapatkan FID. Adapun FID untuk Masela ini ditargetkan rampung pada akhir 2023. 

“Inpex sebagai lead konsorsium akan membuat program dengan adanya CCUS yang akan masuk sebagai tambahan capex ini perlu di-review, perkiraan investasi CCUS mencapai US$ 1,2 miliar sampai US$ 1,4 miliar,” terangnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru