kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.201   16,00   0,09%
  • IDX 5.211   -55,61   -1,06%
  • KOMPAS100 675   -7,43   -1,09%
  • LQ45 531   -2,44   -0,46%
  • ISSI 175   -3,63   -2,03%
  • IDX30 298   -1,55   -0,52%
  • IDXHIDIV20 398   -1,85   -0,46%
  • IDX80 78   -0,86   -1,09%
  • IDXV30 110   -1,39   -1,25%
  • IDXQ30 100   -0,36   -0,36%

Pertama kali, angka kelahiran di Korea Selatan lebih rendah dari angka kematian


Senin, 04 Januari 2021 / 20:00 WIB

Sumber: BBC | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Masalah lain yang juga menjadi penyebab adalah harga hunian yang terus melonjak dari tahun ke tahun. Hal ini membuat banyak pasangan muda yang kesulitan jika harus menyisihkan kembali pengeluaran untuk anak.

"Untuk memiliki anak, Anda harus memiliki rumah sendiri. Tapi, ini menjadi mimpi yang mustahil di Korea," ungkap Kim Hyun-hu, salah satu wanita yang menunda kehamilan, kepada BBC.

Lebih lanjut, Kim menjelaskan, ia tidak yakin dengan insentif yang ditawarkan oleh pemerintah akan mampu menyelesaikan masalah yang dialami masyarakat.

KIm jadi salah satu dari sekian banyak masyarakat Korea Selatan yang terpaksa menunda kehamilan pasca menikah karena merasa tidak mampu menghidupi anaknya kelak. Insentif yang diberikan pemerintah pun nyatanya dipandang dengan pesimis oleh calon penerimanya.

Selanjutnya: Minim pengujian karena liburan, kasus harian Covid-19 di Korea Selatan turun drastis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×