kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Pertama kali, angka kelahiran di Korea Selatan lebih rendah dari angka kematian


Senin, 04 Januari 2021 / 20:00 WIB

Sumber: BBC | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Masalah lain yang juga menjadi penyebab adalah harga hunian yang terus melonjak dari tahun ke tahun. Hal ini membuat banyak pasangan muda yang kesulitan jika harus menyisihkan kembali pengeluaran untuk anak.

"Untuk memiliki anak, Anda harus memiliki rumah sendiri. Tapi, ini menjadi mimpi yang mustahil di Korea," ungkap Kim Hyun-hu, salah satu wanita yang menunda kehamilan, kepada BBC.

Lebih lanjut, Kim menjelaskan, ia tidak yakin dengan insentif yang ditawarkan oleh pemerintah akan mampu menyelesaikan masalah yang dialami masyarakat.

KIm jadi salah satu dari sekian banyak masyarakat Korea Selatan yang terpaksa menunda kehamilan pasca menikah karena merasa tidak mampu menghidupi anaknya kelak. Insentif yang diberikan pemerintah pun nyatanya dipandang dengan pesimis oleh calon penerimanya.

Selanjutnya: Minim pengujian karena liburan, kasus harian Covid-19 di Korea Selatan turun drastis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS [Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI

×