Persaingan bisnis pompa bensin mini di daerah kian semarak

Minggu, 20 Juni 2021 | 04:30 WIB   Reporter: Arfyana Citra Rahayu, Azis Husaini
Persaingan bisnis pompa bensin mini di daerah kian semarak

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Jangan heran jika di pelosok daerah menjamur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) skala kecil alias SPBU mini. Sebab, belakangan ini makin banyak perusahaan penyalur bahan bakar minyak (BBM) yang menggarap bisnis SPBU mini tersebut.

Setelah Pertamina, Shell, dan ExxonMobil, kini giliran AKR Corporindo Tbk (AKRA) masuk ke bisnis SPBU mini. AKR akan mengembangkan SPBU mini melalui PT Aneka Petroindo Raya (APR), perusahaan patungan AKRA dengan British Petroleum (BP).

Syahran Sidik Wahab, Brand and Communication Manager APR mengatakan, pengembangan SPBU mini akan dilakukan di beberapa wilayah di Jawa Timur. "Peresmian SPBU microsite ini akan dilakukan secara bertahap pada kuartal III dan kuartal IV-2021," kata dia kepada KONTAN, Rabu (16/6).

Namun, Syahran belum menjelaskan lebih detail program pengembangan SPBU mini tersebut. Selain masuk ke bisnis SPBU microsite, AKRA juga tetap fokus mengembangkan dan membangun SPBU skala besar hingga akhir tahun ini.

Baca Juga: Sampai Juni 2021, terdapat 1.498 Pertashop yang telah beroperasi

Syahran mengungkapkan, hingga akhir tahun, perusahaan patungan antara BP dan AKR ini sedang membangun dan pengembangan sejumlah SPBU baru. Agenda ini untuk mencapai target total 35 SPBU BP di akhir tahun nanti.

Pengembangan SPBU itu melalui program kemitraan, yaitu Dealer Owned Dealer Operated (DODO) dan Company Owned Company Operated (COCO). Pembangunan SPBU tersebut tersebar di wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Pembukaan serta peresmian SPBU baru ini akan dilakukan secara bertahap pada kuartal III dan kuartal IV-2021. Lewat ekspansi SPBU BP yang makin serius di Tanah Air, sepanjang tahun lalu, Aneka Petroindo Raya telah mendistribusikan 26 juta liter bensin untuk konsumen.

Pertamina sebagai pemain lama di SPBU mini telah mengoperasikan 1.498 Pertashop. Perinciannya, 1.491 Pertashop Gold, dan 7 Pertashop Platinum yang tersebar di seluruh Indonesia.

Perthasop Gold merupakan skema kemitraan paling murah. Modal yang dibutuhkan untuk membuka SPBU ini sebesar Rp 250 juta. "Sedangkan Pertashop Platinum membutuhkan modal Rp 400 juta," ujar Putut Andriatno, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Sub Holding Comercial and Trading kepada KONTAN, Jumat (18/6).

Baca Juga: Pertamina targetkan bangun 10.000 Pertashop di seluruh Indonesia

Editor: Noverius Laoli
Terbaru