kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   -18.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.741   18,00   0,10%
  • IDX 6.406   -95,98   -1,48%
  • KOMPAS100 833   -14,48   -1,71%
  • LQ45 633   -9,40   -1,46%
  • ISSI 225   -3,43   -1,50%
  • IDX30 354   -4,60   -1,28%
  • IDXHIDIV20 432   -4,21   -0,97%
  • IDX80 95   -1,63   -1,69%
  • IDXV30 120   -1,45   -1,19%
  • IDXQ30 113   -1,10   -0,97%

Perbankan perkuat mitigasi risiko dalam kolaborasi dengan industri keuangan


Kamis, 11 November 2021 / 08:15 WIB

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang mengkaji sedang meneliti dua POJK yakni POJK terkait layanan digital dan POJK manajemen risiko teknologi informasi. Dua aturan itu akan dilakukan penyesuaian untuk menjawab bagaimana perbankan menggandeng ekosistem digital.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menyambut positif regulasi terkait manajemen risiko yang akan dibuat regulator dalam melakukan kolaborasi dengan fintech selama ini. Perseroan hanya bekerjasama dengan fintech yang telah terdaftar di OJK.

Namun, YB Hariantono Direktur IT dan Operasi BNI mengatakan, ada resiko yang muncul selanjutnya karena ada fintech yang tidak melakukan screening terhadap nasabah-nasabah dan partner mereka.

Oleh karena itu, BNI menyambut positif regulasi terkait manajemen risiko yang akan dibuat regulator. Jika hanya individual bank saja yang melakukan manajemen risiko tidak akan selalu sempurna.

Akan selalu ada lubang masuknya risiko dari institusi lain.  "Dengan adanya POJK yang lebih ketat terhadap kewajiban KYV di fintech maka tentu akan memperbaiki mitigasi risiko di industri," pungkasnya. 

 

Selanjutnya: Bank Neo dinobatkan bank digital dengan transaksi tertinggi dalam ajang Altogether

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×