kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Perang dunia ke III telah dimulai tanpa senjata dan peluru


Senin, 02 November 2020 / 21:05 WIB

Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

Karantina berfungsi, tetapi orang tidak menyukainya. Bahkan membatasi perilaku publik itu sulit; "Saya ingin pergi ke restoran, ingin memeluk putri saya, dan melihat putra saya. Tetapi tinggal di rumah memberi saya kesempatan yang jauh lebih baik untuk menghindari Covid dan mencegah mereka tertular," tulisnya.

Zimmerman bilang, setiap orang juga memakai pelindung tubuh anti-virus, sama seperti putri orang lain, seorang non-pejuang di Afghanistan, memakai baju besi.

"Punyaku lebih ringan, dan lebih murah; itu hanya masker bedah sederhana. Pada bulan Februari ketika tidak tersedia cukup masker untuk melindungi dokter dan perawat kami, kami diminta untuk tidak menggunakan persediaan yang langka. Dokter dan perawat berisiko lebih besar. Tapi itu sudah lama sekali; masker banyak tersedia sekarang," ujarnya.

Baca Juga: Fasilitas GSP dari Amerika Serikat bakal dorong ekspor manufaktur Indonesia

Masker yang baik akan mencegah 50% hingga 90% infeksi Covid. Itu lebih melindungi daripada baju besi keramik dan helm yang diberikan seorang prajurit.

Jika Anda tidak mau berpatroli di zona perang tanpa helm, jangan tinggalkan rumah tanpa perlengkapan antivirus Anda. Ini bukan masalah keberanian atau kejantanan. Itu masuk akal.

"Lindungi diri Anda, dan lindungi keluarga Anda. Pakai masker," ajak Zimmerman.

Selanjutnya: China kalahkan AS dan Rusia dalam jumlah peluncuran satelit ke luar angkasa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

×