Penuhi kebutuhan, Indonesia akan impor oksigen

Selasa, 13 Juli 2021 | 06:35 WIB   Reporter: Abdul Basith Bardan
Penuhi kebutuhan, Indonesia akan impor oksigen


KONTAN.CO.ID -   JAKARTA. Pemerintah memutuskan akan mengimpor oksigen untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Melonjaknya kasus virus corona (Covid-19) membuat kebutuhan akan oksigen ikut melonjak. Impor juga ditujukan untuk persiapan bila ada lonjakan ke depan.

"Kita proses impor 40.000 ton oksigen liquid untuk kita gunakan ke depan. Kita jaga-jaga, walau kita sebenarnya tidak butuh sebanyak itu," ujar Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat konferensi pers usai rapat terbatas, Senin (12/7).

Selain itu, Indonesia juga akan mengimpor 50.000 tabung konsentrator oksigen. Saat ini, Indonesia telah memiliki hampir 10.000 tabung konsentrator oksigen yang akan dibagikan ke rumah dengan pasien gejala ringan.

Keputusan impor tersebut diyakini akan membantu kebutuhan oksigen di Indonesia. Perhitungan tersebut juga disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Baca Juga: Kemenkes berharap bulan depan Indonesia telah mampu produksi remdesivir

"Kita akan membuka impor oksigen dari luar, sudah diizinkan oleh bapak presiden melalui kementerian perindustrian, itu bisa menambah 600 ton - 700 ton per hari," terang Budi.

Selain itu, terdapat pula tambahan pasokan dari industri dalam negeri. Budi menyebut tambahan tersebut dapat mencapai 460.000 ton per hari. Adanya konsentrator oksigen juga akan menambah pasokan bagi Indonesia. Hak itu diyakini akan mampu mencukupi kebutuhan Indonesia.

Sebagai informasi, berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, terdapat tambahan 40.427 kasus harian pada hari ini. Angka tersebut merupakan yang tertinggi selama masa pandemi Covid-19.

Sementara itu kasus aktif tercatat sebanyak 380.797 kasus. Penambahan kasus sembuh pun mencetak rekor tertinggi sebanyak 34.754 kasus.

Selanjutnya: Kemenperin terima bantuan 600 oksigen consentrator dari perusahaan tekstil

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru