kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.534   34,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Penjualan BBM Berpotensi Naik Lebih dari 10% pada Periode Lebaran


Rabu, 12 April 2023 / 10:45 WIB

Reporter: Filemon Agung | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina memproyeksikan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) gasoline meningkat selama periode Lebaran 2023.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan, total penjualan gasoline diperkirakan meningkat sebesar 10,3%. Sementara itu, penjualan gasoil diprediksi turun sebesar 8,7% dari total penjualan normal.

"(Penurunan gasoil) Karena logistik ketika libur Lebaran mereka banyak yang tidak melakukan pengangkutan karena ada pembatasan" kata Nicke dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI, Selasa (11/4).

Baca Juga: Dukung Kenyamanan Mudik, Kementerian PUPR Tingkatkan Fasilitas Rest Area Jalan Tol

Nicke melanjutkan, penjualan Pertalite berpotensi meningkat sebesar 10% dari 81,37 ribu kilo liter menjadi 89,53 ribu kilo liter. Sementara itu, penjualan Pertamax meningkat dari 13,41 ribu kilo loter menjadi 15,06 ribu kilo liter atau terkerek 12,3%.

Peningkatan penjualan juga berpotensi terjadi untuk produk Pertamax Turbo dari 568 kilo liter menjadi 629 kilo liter atau meningkat 10,7%.

Untuk produk gasoil, peningkatan diprediksi terjadi untuk produk Dex dan Dexlite masing-masing meningkat sebesar 7,1% dan 7,3%. Penurunan penjualan diproyeksikan terjadi untuk produk solar dimana penjualan normal ada di kisaran 44,75 ribu kilo liter dan diprediksi turun sebesar 9,6% menjadi 40,46 ribu kilo liter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×