kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Penjelasan Mengapa Robert Kiyosaki Sebut Penabung Adalah Pecundang


Kamis, 02 Februari 2023 / 10:35 WIB
Penjelasan Mengapa Robert Kiyosaki Sebut Penabung Adalah Pecundang
ILUSTRASI. Robert Kiyosaki mengungkapkan bahwa dirinya bukanlah orang yang gemar menyimpan uang di bank alias penabung.

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

2. Utang AS dan kenaikan suku bunga Fed

Utang nasional AS semakin membengkak. Kondisi ini menghadirkan sejumlah risiko jangka panjang bagi penabung sehari-hari. Salah satu bahayanya adalah bahwa lebih banyak uang pajak mungkin harus digunakan untuk membayar utang negara, yang dapat menurunkan standar hidup masyarakat.

Pada saat yang sama, Federal Reserve mencoba mengendalikan inflasi, dan salah satu alat yang dimilikinya adalah menaikkan suku bunga. Masalahnya, ini instrumen tumpul -- tidak hanya membuat utang negara lebih mahal, tapi juga bisa memicu resesi.

Baca Juga: Ramalan Harga Emas di 2023: Robert Kiyosaki Prediksi Harga Si Kuning Capai US$ 3.800

3. Uang tunai vs emas, perak, atau Bitcoin (BTC)

Bagian dari pemikiran di balik pernyataan Kiyosaki adalah bahwa pemerintah dapat mencetak lebih banyak uang, tetapi tidak dapat menghasilkan lebih banyak emas, perak, atau Bitcoin. 

Risiko menciptakan lebih banyak uang adalah dapat mendevaluasi dolar. Di sisi lain, komoditas yang disebutkan membawa risikonya sendiri -- khususnya Bitcoin, yang sangat fluktuatif. Jika Anda mencari tempat yang aman untuk menyimpan uang, penting untuk memahami cara kerja setiap aset.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×