kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pemerintah Yakin Ekonomi Indonesia Tahun Depan Bisa Tumbuh di Atas 5%


Rabu, 12 April 2023 / 10:05 WIB
Pemerintah Yakin Ekonomi Indonesia Tahun Depan Bisa Tumbuh di Atas 5%

Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski perekonomian Indonesia diperkirakan akan melambat pada tahun ini, namun pemerintah masih optimis dalam menghadapi perekonomian tahun depan. Bahkan diperkirakan perekonomian Indonesia tahun depan masih menyentuh di atas 5%.

Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Raden Pardede menyampaikan, perekonomian Indonesia masih berpeluang lebih baik jika dibandingkan dengan tahun ini.

Raden bilang, lembaga internasional seperti Bank Dunia (World Bank) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 berada di level 4,9%. Untuk itu, di tahun depan, Raden memperkirakan pertumbuhan ekonomi masih bisa menyentuh di atas 5%.

"Boleh dikatakan proyeksi ekonomi Indonesia tahun depan tentunya lebih baik dari tahun ini. Kalau para agen internasional tadi atau para ekonom internasional memperkirakan Indonesia di bawah 5%, berarti tahun depan kita bisa lebih tinggi dari 5%," ujar Raden dalam diskusi Webinar yang dipantau secara daring, Selasa (11/4).

Baca Juga: Meski Ekspektasi Ekonomi Naik, Masyarakat Kurang Yakin dengan Prospek Penghasilan

Mengingat tahun depan merupakan tahun politik, Raden menyampaikan, penyelenggaraan Pemilu 2024 memiliki dampak positif dan dampak negatif bagi perekonomian Indonesia. Dari sisi positifnya, kegiatan kampanye Pemilu, konsumsi masyarakat akan meningkat.

"Pada saat pemilu, belanja naik, karena mungkin ada juga pada saat pemilu mereka akan melakukan belanja kaos kemudian juga para artis atau penyanyi itu menyebabkan belanja naik. Ini yang kita lihat dari tahun ke tahun," terangnya.

Namun, di sisi lain, dirinya mengakui bahwa penyelenggaraan pemilu berdampak kepada investor yang cenderung wait and see berinvestasi ke Indonesia.

"Keputusan investasi bisa ditunda karena mereka menunggu-nunggu siapa ni yang akan menjadi pemenangnya, kira-kira kebijakannya seperti apa," ungkap Raden.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×