kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.874   28,00   0,17%
  • IDX 8.960   22,95   0,26%
  • KOMPAS100 1.235   6,28   0,51%
  • LQ45 872   3,56   0,41%
  • ISSI 326   1,92   0,59%
  • IDX30 442   2,43   0,55%
  • IDXHIDIV20 520   3,27   0,63%
  • IDX80 137   0,75   0,55%
  • IDXV30 145   0,95   0,66%
  • IDXQ30 142   1,07   0,76%

Pemerintah tegaskan bakal terus melawan diskriminasi sawit oleh Eropa


Kamis, 19 November 2020 / 18:20 WIB
Pemerintah tegaskan bakal terus melawan diskriminasi sawit oleh Eropa

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memastikan Indonesia akan terus berjuang melawan diskriminasi maupun kampanye hitam yang ditujukan bagi komoditas sawit Indonesia.

"Kita mengetahui bahwa ada diskriminasi terhadap sawit Indonesia bahkan kampanye negatif di berbagai negara terjadi, khususnya di Eropa. Kita ingin selalu melawan diskriminasi ini," ujar Retno dalam Jakarta Food Security Summit-5, Kamis (19/11).

Menurut Retno, sawit merupakan salah satu komoditas unggulan di Indonesia. Sawit merupakan salah satu tulang punggung perekonomian mengingat nilai ekspornya yang besar, juga bisa menjadi sumber pendapatan bagi petani-petani kecil di Indonesia. Karena itu, dia memastikan Indonesia akan terus mementingkan kepentingan nasional.

Baca Juga: Peningkatan produksi CPO di tahun depan diramal tak akan signifikan, kenapa?

Retno mengatakan, Indonesia terus mengedepankan kolaborasi dan kerjasama dengan mitra, akan tetapi dia pun memastikan Indonesia akan bersikap tegas terhadap kepentingan nasional, khususnya yang berkaitan dengan prinsip Indonesia.

Retno juga mengatakan Indonesia pun ingin memiliki kemitraan yang lebih kokoh dengan Uni Eropa, mengingat selama ini Uni Eropa salah satu mitra Indonesia serta memiliki banyak kesamaan pandang dalam isu internasional.

Menurutnya, dia sudah menyampaikan hal ini beberapa kali pada Uni Eropa dan diharapkan isu diskriminasi terhadap sawit Indonesia dapat diselesaikan. "Indonesia selalu membuka komunikasi secara terbuka. Kita inginkan adalah satu, treat us fairly," jelas Retno.

Baca Juga: Menilik pengembangan green energy berbasis kelapa sawit milik Pertamina

Tak hanya pada komoditas sawit, Retno juga mengatakan pemerintah terus mendukung dan mengawal berbagai komoditas unggulan Indonesia, mulai dari kopi, teh, karet serta komoditas lain. "Diplomasi Indonesia tidak ingin tinggal diam dan akan terus berdiri untuk tegak membela kepentingan nasional kita," kata Retno.

Selanjutnya: Produksi CPO diproyeksi meningkat di tahun 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

×