kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.172   122,00   0,68%
  • IDX 5.418   -176,53   -3,16%
  • KOMPAS100 711   -25,29   -3,43%
  • LQ45 540   -17,64   -3,16%
  • ISSI 188   -6,78   -3,48%
  • IDX30 306   -9,79   -3,10%
  • IDXHIDIV20 380   -11,52   -2,94%
  • IDX80 81   -2,66   -3,17%
  • IDXV30 104   -2,75   -2,58%
  • IDXQ30 99   -3,30   -3,23%

Pemerintah mengakui banyak tantangan bagi Indonesia menuju negara maju


Kamis, 05 Agustus 2021 / 05:45 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Kedua, adalah pembangunan infrastruktur yang masif. Sri Mulyani sadar, perlu anggaran jumbo untuk pembangunan infrastruktur makanya ini merupakan tantangan juga. Tak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tapi pemerintah berupaya lebih melibatkan sektor publik. 

Ketiga, terkait institusi yang efisien, agile, dan berperforma bagus. Dalam hal ini, memerangi tindak korupsi atau kecurangan apapun menjadi hal yang paling penting. Tak hanya itu, institusi harus bisa melakukan reformasi yang menguntungkan semua pihak. 

Keempat, kemampuan negara dalam melakukan transformasi ekonomi, terutama berbasis digital. Apalagi, saat ini proses digitalisasi makin pesat. Selain itu, pemerintah juga dituntut untuk memiliki regulasi yang simpel, kompetitif, dan terbuka. 

“Ini kami terjemahkan dalam UU Cipta Kerja dan Undang-Undang Pepajakan yang baru. Kami berharap mampu mengurangi peraturan yang membebani. Kemudahan berinvestasi juga kami perbaiki, termasuk pelayanan publik,” tandasnya. 

Selanjutnya: Jerman akan berikan suntikan penguat COVID-19 pada bulan September mendatang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

×