kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Pemerintah India dituntut untuk mempercepat vaksinasi Covid-19


Jumat, 07 Mei 2021 / 20:30 WIB

Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

"Setelah mencapai tingkat sekitar 4 juta sehari, kami sekarang turun menjadi 2,5 juta per hari karena kekurangan vaksin," kata Amartya Lahiri, seorang profesor ekonomi di Universitas British Columbia seperti dikutip di surat kabar Mint.

"Target 5 juta per hari adalah batas bawah dari apa yang harus kita tuju, karena bahkan pada tingkat itu, akan membutuhkan satu tahun bagi kita untuk mendapatkan dua dosis untuk setiap orang. Sayangnya, situasinya sangat suram."

Uni Eropa pada hari Kamis mendukung proposal AS untuk membahas pengabaian perlindungan paten untuk vaksin COVID-19 dalam upaya meningkatkan pasokan dan akses ke vaksin, terutama di negara berkembang yang rentan. 

India melaporkan rekor kenaikan harian lainnya dalam kasus virus korona, 414.188, pada hari Jumat, menjadikan total kasus baru untuk minggu ini menjadi 1,57 juta. Total kasus sekarang mencapai 21,49 juta. Kematian akibat COVID-19 naik 3.915 menjadi 234.083.

Pakar medis mengatakan tingkat COVID-19 yang sebenarnya di India adalah lima hingga 10 kali lipat dari penghitungan resmi.

Selanjutnya: Dalam 24 jam, India toreh lagi rekor kematian dan kasus baru Covid-19

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS [Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI

×