kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pemerintah India dituntut untuk mempercepat vaksinasi Covid-19


Jumat, 07 Mei 2021 / 20:30 WIB

Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

"Setelah mencapai tingkat sekitar 4 juta sehari, kami sekarang turun menjadi 2,5 juta per hari karena kekurangan vaksin," kata Amartya Lahiri, seorang profesor ekonomi di Universitas British Columbia seperti dikutip di surat kabar Mint.

"Target 5 juta per hari adalah batas bawah dari apa yang harus kita tuju, karena bahkan pada tingkat itu, akan membutuhkan satu tahun bagi kita untuk mendapatkan dua dosis untuk setiap orang. Sayangnya, situasinya sangat suram."

Uni Eropa pada hari Kamis mendukung proposal AS untuk membahas pengabaian perlindungan paten untuk vaksin COVID-19 dalam upaya meningkatkan pasokan dan akses ke vaksin, terutama di negara berkembang yang rentan. 

India melaporkan rekor kenaikan harian lainnya dalam kasus virus korona, 414.188, pada hari Jumat, menjadikan total kasus baru untuk minggu ini menjadi 1,57 juta. Total kasus sekarang mencapai 21,49 juta. Kematian akibat COVID-19 naik 3.915 menjadi 234.083.

Pakar medis mengatakan tingkat COVID-19 yang sebenarnya di India adalah lima hingga 10 kali lipat dari penghitungan resmi.

Selanjutnya: Dalam 24 jam, India toreh lagi rekor kematian dan kasus baru Covid-19

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×