kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pasukan Rusia di Perbatasan Ukraina Terus Bertambah, Jadi Invasi?


Kamis, 17 Februari 2022 / 23:00 WIB
Pasukan Rusia di Perbatasan Ukraina Terus Bertambah, Jadi Invasi?

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Negara-negara Barat memberi peringatan pada Rabu (16/2) soal kehadiran militer Rusia yang ternyata terus bertambah di perbatasan Ukraina, ketika Estonia mengatakan kelompok-kelompok tempur negeri beruang merah bergerak di depan.

Melansir Reuters, lebih banyak kendaraan lapis baja, helikopter, dan rumahsakit lapangan telah terlihat di dekat perbatasan Ukraina, kepala intelijen pertahanan Inggris mengungkapkan dalam komentar publik yang jarang terjadi.

Lebih dari 7.000 tentara telah dipindahkan ke perbatasan Ukraina dalam beberapa hari terakhir, termasuk beberapa yang tiba pada Rabu (16/2), menurut seorang pejabat senior dalam Pemerintahan Presiden AS Joe Biden, tanpa memberikan bukti.

“Ada apa yang Rusia katakan, dan kemudian ada apa yang dilakukan Rusia. Dan, kami belum melihat pasukannya mundur,” kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam sebuah wawancara di MSNBC, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Tegang! 3 Pesawat Angkatan Laut AS Dicegat Jet Tempur Rusia di Atas Laut Mediterania

"Kami terus melihat unit-unit (militer) penting (Rusia) bergerak menuju perbatasan (Ukraina), bukan menjauh dari perbatasan," ungkapnya.

NATO siapkan unit tempur baru

Mikk Marran, Direktur Jenderal Badan Intelijen Luar Negeri Estonia menyebutkan, sekitar 10 kelompok pasukan Rusia bergerak menuju perbatasan Ukraina, di mana diperkirakan sekitar 170.000 tentara telah dikerahkan. 

Serangan itu akan mencakup pemboman rudal dan pendudukan "medan utama", dia menambahkan, seperti dilansir Reuters.

"Jika Rusia berhasil di Ukraina, itu akan mendorongnya untuk meningkatkan tekanan pada Baltik di tahun-tahun mendatang," ujar Marran. "Ancaman perang telah menjadi alat kebijakan utama bagi (Presiden Rusia Vladimir) Putin".

Baca Juga: Presiden Putin: Rusia Tidak Menginginkan Perang di Eropa



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×