kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pada tahun ini, obligasi korporasi diramal bisa beri return 8%


Kamis, 18 Februari 2021 / 08:30 WIB
Pada tahun ini, obligasi korporasi diramal bisa beri return 8%

Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berharap pada pemulihan ekonomi yang lebih positif di tahun ini, obligasi korporasi diprediksi mampu memberikan return hingga 8% di 2021. Syaratnya, investor tetap harus memperhatikan beberapa faktor utama sebelum memburu obligasi korporasi.

Mengutip laman Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan Rabu (17/2) total return untuk indeks obligasi korporasi INDOBeXC-TR berada di level 336,27, sedangkan untuk total return indeks obligasi pemerintah berada di level 306,9.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, tren suku bunga rendah ikut menyeret penurunan yield atau imbal hasil obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN). 

Baca Juga: Punya prospek positif, sekarang waktu yang tepat melirik obligasi korporasi?

Selain itu, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang saat ini berada di bawah 3,5% mendorong pelaku pasar untuk mencari alternatif instrumen investasi dengan imbal hasil yang lebih tinggi.

Di samping itu, pemulihan ekonomi menjadi alasan bagi korporasi untuk mulai ekspansi dan berani menawarkan obligasi dengan imbal hasil lebih tinggi. Bahkan, Wawan melihat bahwa imbal hasil yang ditawarkan korporasi saat ini berada di level yang sama seperti sebelum terjadi pandemi Covid-19.

"Bagi investor yang berani mengambil risiko lebih, obligasi korporasi jadi pilihan menarik. Apalagi, yield yang ditawarkan berkisar 8% hingga 9%," ungkap Wawan kepada Kontan, Rabu (17/2).

Baca Juga: Likuiditas pasar tinggi, ORI019 laris manis

Meskipun begitu, risiko default untuk obligasi korporasi tetap ada, ditambah lagi risiko dari sisi likuiditas si penerbit obligasi korporasi itu sendiri. Untuk itu, penting untuk mempelajari fundamental dari korporasi penerbit obligasi korporasi, serta mengenal lebih dalam pemilik perusahaan. 



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×