Nasional

Outlook defisit APBN tahun 2022 turun jadi Rp 879 triliun

Selasa, 04 Mei 2021 | 07:15 WIB   Reporter: Yusuf Imam Santoso
Outlook defisit APBN tahun 2022 turun jadi Rp 879 triliun


Penajaman belanja bertujuan membantu masyarakat dengan desain belanja menjadi komponen automotic stabilizer. “Dengan demikian APBN tetap fleksibel dan relatif  bisa dijaga sustainabilitas dan kesehatan,” ujarnya. 

Kemudian, target  pembiayaan anggaran 2022 akan berasal dari utang neto 4,81%- 5,8% dan investasi minus 0,3% sampai minus 0,95%.  Sehingga rasio utang ditetapkan 43,76% hingga 44,28% dengan titik tengah 41,05%.

Lalu, keseimbangan primer tahun depan minus Rp 414,1 triliun sampai minus Rp 480,5 triliun. Menkeu memastikan pemerintah akan terus menjaga secara pruden pembiayaan di tahun 2022 di tengah  kondisi global terus dinamis, termasuk tren suku bunga global dan pemulihan ekonomi global. 

“Kami akan terus menjaga tentu dengan keseluruhan KL dalam jaga masing-masing belanja APBN, pembiayaan negara ini termasuk untuk dukung UMKM dan juga untuk dorong reformasi sektor keuangan terutama pendalaman pasar untuk turunkan cost of borrowing dan untuk tingkatkan basis investor ritel di Indonesia,” terang Sri Mulyani.

Selanjutnya: Sri Mulyani: Pemulihan ekonomi semakin meningkat pada tahun ini

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Noverius Laoli
Terbaru