kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

OJK Segera Rilis Aturan Baru Soal Unitlink, Begini Harapan Industri Asuransi


Jumat, 18 Maret 2022 / 09:15 WIB
OJK Segera Rilis Aturan Baru Soal Unitlink, Begini Harapan Industri Asuransi

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Tendi Mahadi

Terhadap poin-poin yang ada, Eben pun bilang bahwa akan mengikuti sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku karena ia menilai aturan tersebut bertujuan untuk melindungi calon nasabah dan perkembangan industri asuransi jiwa yang lebih baik.

Sementara itu, Chief Marketing Officer Generali Indonesia Vivin Arbianti Gautama masih menunggu aturan tersebut untuk terbit. Adapun, pihaknya hanya menyoroti perlunya bagaimana dapat mengkomunikasikan dengan lebih baik manfaat dan risiko dari unit link dan peningkatan literasi dari nasabah untuk paham apa yang dibeli.

Vivin pun bilang bahwa pihaknya tidak terlalu memikirkan jika ada aturan pula terkait alokasi premi yang bisa mempengaruhi beberapa biaya seperti biaya akuisisi. Menurutnya, saat ini beberapa perusahaan telah melakukan keseimbangan porsi biaya akuisisi dan semacamnya sesuai dengan kepentingan nasabah.

“Pasar yang akan menentukan apabila biaya akuisisi mahal tentunya nasabah akan memilih yang lebih sesuai untuk dirinya,” ujarnya.

Head of Corporate Branding, Marketing, & Communication Sequis Life Felicia Gunawan pun ikut berkomentar terkait beleid yang akan segera terbit tersebut. Menurutnya, aturan tersebut untuk melindungi nasabah meskipun perusahaan perlu penyesuaian lagi agar sesuai dengan aturan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×