Ekonomi

Nilai tukar rupiah bisa tertekan meski vaksin corona sudah berizin, ini sebabnya

Selasa, 12 Januari 2021 | 06:45 WIB   Reporter: Intan Nirmala Sari
Nilai tukar rupiah bisa tertekan meski vaksin corona sudah berizin, ini sebabnya

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan imbal hasil obligasi negara Amerika Serikat (AS), US Treasury menyebabkan kurs dolar AS menguat. Penguatan dolar AS berpotensi kembali menekan nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (12/1).

Sementara itu, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) juga menjadi sentimen tambahan yang menekan mata uang Garuda hari ini. Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memperkirakan, kurs rupiah berpeluang melemah lagi.

"Selama pasar masih fokus ke tingkat imbal hasil obligasi AS, nilai tukar rupiah masih bisa melemah (hari ini) ke kisaran Rp 14.160 per dolar AS, dengan level support Rp 14.100 per dolar AS," kata Ariston kepada Kontan.co.id, Senin (11/1).

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Senin (11/1) kurs rupiah spot melemah 0,74% ke level Rp 14.125 per dolar AS. Sedangkan pada kurs tengah Bank Indonesia (Jisdor), nilai tukar mata uang rupiah juga terkoreksi ke level Rp 14.155 per dolar AS atau sekitar 0,69% dari perdagangan akhir pekan lalu.

Baca Juga: Kurs rupiah hari ini ditentukan sentimen perkembangan virus corona

Arison menilai, pergerakan nilai tukar rupiah Selasa (12/1) kemungkinan masih akan dibayangi isu kenaikan imbal hasil obligasi AS. "Hingga Senin sore, tingkat imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun masih di kisaran 1,1% masih terlihat tinggi dan memicu penguatan dolar AS belakang ini," ungkap Ariston.

Di sisi lain, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Tanah Air dinilai Ariston turut menambah tekanan bagi nilai tukar rupiah. Dia berharap, berita persetujuan penggunaan vaksin dari BPOM bisa menjadi sentimen positif sekaligus membatasi pelemahan rupiah. 

Baca Juga: Kurs Rupiah Masih Tertekan Daya Tarik Obligasi Dollar AS

 

Editor: Wahyu T.Rahmawati


Terbaru