Naik dua digit, industri asuransi jiwa kumpulkan aset Rp 552,08 triliun hingga April

Jumat, 04 Juni 2021 | 12:05 WIB   Reporter: Ferrika Sari
Naik dua digit, industri asuransi jiwa kumpulkan aset Rp 552,08 triliun hingga April


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis asuransi jiwa kian menanjak memasuki tahun 2021. Selain mencatatkan pertumbuhan premi, industri asuransi jiwa juga berhasil mengumpulkan aset lebih banyak dari tahun sebelumnya. 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri asuransi jiwa mampu kumpulkan aset Rp 552,08 triliun pada April 2021. Nilai itu meningkat 10,80% dibandingkan April tahun lalu yakni Rp 498,23 triliun. 

Peningkatan itu berkat kontribusi dana kelolaan atau investasi perusahaan asuransi jiwa. Bahkan, sampai empat bulan pertama 2021, investasi industri meningkat hingga 15,82% yoy. Mayoritas investasi menunjukkan peningkatan pada instrumen saham, surat berharga pemerintah dan reksadana. 

Baca Juga: Kinerja positif, AIA kumpulkan aset Rp 52,29 triliun hingga kuartal I

Sejumlah perusahaan asuransi besar juga mencatatkan peningkatan aset. Salah satunya, Allianz Life yang berhasil kumpulkan aset Rp 38,07 triliun pada triwulan I 2021. Nilai itu meningkat 18,08% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yakni Rp 32,24 triliun. 

Jika dirinci aset tersebut berasal dari dana investasi Rp 32,77 triliun dan bukan investasi Rp 5,29 triliun. Peningkatan tersebut berkat pertumbuhan dana investasi perusahaan mencapai 20,43%. 

Selain aset, perusahaan juga membukukan pertumbuhan premi pertanggungan baru tertimbang (WNBP)  sebesar 14%. Chief Financial Officer Allianz Life Indonesia Cui Cui menyebut, peningkatan kinerja terebut berkat kerja sama tim yang kompak dan tangguh sebagai kunci keberhasilan.

"Strategi yang tepat, penerapan transformasi digital dan otomatisasi mendukung kualitas performa kami. Oleh karena itu, kami dapat memberikan pengalaman terbaik bagi nasabah, mitra bisnis dan karyawan walau tengah pandemi," kata Cui Cui, Kamis (3/6). 

Pada 2021, ekonomi sudah menunjukkan pemulihan yang tentunya akan memberikan dampak positif terhadap masyarakat, serta industri asuransi jiwa. Perusahaan yakin krisis ini akan membuat Allianz, industri dan negara ini semakin kuat.

Baca Juga: Aset Prudential Indonesia capai Rp 64,70 triliun hingga kuartal I-2021

Tak mau kalah, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mengantongi aset Rp 64,70 triliun pada triwulan I 2021. Nilai tersebut meningkat 12,36% dari realisasi tahun lalu yakni Rp 57,58 triliun. 

Jika dirinci, aset perusahaan berasal dari dana investasi Rp 60,75 triliun dan bukan investasi Rp 3,94 triliun. Peningkatan paling terasa terjadi pada aset investasi yang mencapai 14,53% yoy. 

Berbagai strategi telah dipersiapkan untuk mendongkrak kinerja tahun ini. Perusahaan mengaku terus berinovasi untuk merespon kebutuhan masyarakat. Salah satunya dengan menyediakan layanan santunan tunai tambahan bagi nasabah terdiagnosa Covid-19 pada 2020 lalu.

"Inovasi tersebut berlanjut di 2021, perusahaan meluncurkan inisiatif Program Santunan Rawat Inap Pasca Vaksinasi dan menyediakan sentra vaksinasi Covid-19," kata President Director Prudential Indonesia Jens Reisch. 

Selain itu, PT AIA Financial (AIA) juga sukses mencatatkan kinerja positif. Hingga triwulan I 2021, perusahaan mengantongi aset Rp 52,29 triliun, atau meningkat 15,73% yoy. 

Baca Juga: Aset Allianz Life tembus Rp 38,07 triliun

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, aset itu berasal dari dana investasi Rp 44,77 triliun dan bukan investasi Rp 7,52 triliun. Kedua pos aset tersebut mencatatkan pertumbuhan masing - masing sebesar 16,07% yoy dan 13,76% yoy. 

Beberapa waktu lalu, Chief Marketing Officer AIA Financial Lim Chet Ming mengatakan, perusahaan fokus memberikan proteksi bagi nasabah, membantu nasabah menghadapi berbagai risiko kehidupan dengan tenang. 

"Produk asuransi syariah adalah salah satu produk yang diminati masyarakat karena adanya konsep tolong menolong yang diminati oleh semua kalangan dan saat ini lini asuransi syariah masih menjadi kontributor penting untuk bisnis AIA," tutupnya. 

Selanjutnya: IFG: Dalam 20 tahun ke depan, aset industri asuransi akan naik 5%

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Tendi Mahadi

Terbaru