kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.061   61,00   0,34%
  • IDX 5.737   -203,84   -3,43%
  • KOMPAS100 758   -27,37   -3,48%
  • LQ45 572   -17,33   -2,94%
  • ISSI 199   -6,62   -3,21%
  • IDX30 324   -9,89   -2,96%
  • IDXHIDIV20 402   -9,71   -2,36%
  • IDX80 86   -2,97   -3,35%
  • IDXV30 110   -3,60   -3,17%
  • IDXQ30 105   -2,89   -2,68%

Mulai rudal hingga pembom, ini peta kekuatan senjata strategis Rusia dan AS


Selasa, 25 Mei 2021 / 12:41 WIB
ILUSTRASI. Kapal selam rudal strategis Armada Utara Yuri Dolgorukiy  meluncurkan rudal balistik antarbenua Bulava dari Laut Barents.

Sumber: TASS | Editor: S.S. Kurniawan

Tetapi juga, karena pengecualian sepihak dari 56 peluncur SLBM Trident II dan 41 pembom B-52H dari senjata yang dinyatakan di bawah New START.

"Perlengkapan mereka dilakukan sedemikian rupa sehingga Rusia tidak bisa memastikan senjata ofensif strategis ini dinonaktifkan untuk penggunaan senjata nuklir, sebagaimana ditetapkan oleh Ketentuan 3 Seksi I Bagian Tiga dari Protokol New START," ujar Kementerian Luar Negeri Rusia.

Kementerian Luar Negeri Rusia menambahkan, AS telah mengganti nama empat fasilitas peluncuran rudal yang mereka gunakan untuk pelatihan, agar sesuai dengan kategori "fasilitas pelatihan" yang tidak masuk dalam New START

Tapi, AS menolak untuk menyatakannya di bawah New START sebagai peluncur ICBM non-operasional. "Dengan cara ini, jumlah yang diperbolehkan sesuai dengan Ketentuan 1c Pasal II New START telah melebihi 101 unit," imbuh Kementerian Luar Negeri Rusia.

Selanjutnya: Skala persenjataan militer China & Rusia memang mengerikan, bagaimana saat bertempur?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

×