Moskow sebut NATO dan AS tambah pasukan dua kali lipat di perbatasan Rusia-Belarusia

Kamis, 21 Oktober 2021 | 12:35 WIB Sumber: TASS
Moskow sebut NATO dan AS tambah pasukan dua kali lipat di perbatasan Rusia-Belarusia

ILUSTRASI. Rusia memperkirakan, memperkirakan, kekuatan pasukan NATO dan AS telah berlipat ganda, dari 25.000 menjadi 40.000 personel. REUTERS/Yves Herman.


KONTAN.CO.ID - MOSKOW. NATO dan AS memperkuat infrastruktur militernya di dekat perbatasan Rusia-Belarusia sehingga situasi militer juga politik tetap tegang, Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu menyatakan pada Rabu (20/10).

"NATO sedang membangun kehadirannya di dekat perbatasan Rusia-Belarusia, meningkatkan infrastruktur militernya, menciptakan persediaan persenjataan, perangkat keras dan material militer, dan pemindahan pasukan," katanya.

“Sebuah brigade lapis baja Angkatan Darat AS dan empat kelompok taktis batalion multinasional telah dipindahkan ke Polandia dan negara-negara Baltik," ungkap dia dalam pertemuan Kementerian Pertahanan Rusia dan Belarusia. 

"Markas besar divisi koalisi NATO telah didirikan di Rumania, Polandia, dan Latvia. Upaya sedang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas infrastruktur pangkalam laut dan udara," imbuh Shoigu, seperti dikutip TASS.

Shoigu memperkirakan, kekuatan pasukan NATO dan AS telah berlipat ganda, dari 25.000 menjadi 40.000 personel. “Washington mengerahkan sistem pertahanan rudal balistik Aegis Ashore di Rumania dan Polandia," ujarnya. 

Baca Juga: Turki siap beli jet tempur Su-57 Rusia, kalau gagal capai kesepakatan dengan AS

"Kemampuan multi-misi peluncur mereka memungkinkan penggunaan tidak hanya rudal pencegat, tetapi juga rudal jelajah Tomahawk dan senjata serang canggih yang dikembangkan Pentagon,” kata menteri pertahanan Rusia.

Selain itu, Shoigu mengungkapkan, AS telah melakukan pekerjaan aktif untuk memodernisasi senjata nuklir taktis dan tempat penyimpanannya di negara-negara Eropa.

“Amerika Serikat telah meningkatkan pekerjaan dengan dukungan penuh dari sekutu NATO-nya untuk memodernisasi senjata nuklir taktis dan situs penyimpanan mereka di Eropa,” sebut dia.

“Itu tampak adalah keterlibatan pilot dari negara-negara anggota non-nuklir blok itu dalam latihan untuk berlatih menggunakan senjata nuklir taktis,” ujarnya

“Kami menganggap ini sebagai pelanggaran langsung terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir,” tegas Shoigu.

Selanjutnya: Cegah masuk perbatasan, jet tempur Rusia kawal pembom AS di atas Laut Jepang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru