Moscow: Sanksi Internasional Menguntungkan Rusia, Suram Bagi Dunia

Kamis, 14 Juli 2022 | 08:05 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Moscow: Sanksi Internasional Menguntungkan Rusia, Suram Bagi Dunia

ILUSTRASI. Menurut Rusia, negaranya diuntungkan dari situasi saat ini di pasar energi dunia. REUTERS/Evgenia Novozhenina


Sanksi keuangan

Rusia diyakini telah gagal membayar utang untuk pertama kalinya sejak 1998, setelah melewatkan tenggat waktu penting.

Rusia memiliki uang untuk melakukan pembayaran US$ 100 juta, tetapi sanksi membuatnya tidak mungkin untuk melakukannya.

Hal ini mengusul serangkaian tindakan yang diambil terhadap lembaga keuangannya.

AS telah melarang Rusia melakukan pembayaran utang menggunakan US$ 600 juta yang dimilikinya di bank-bank AS, sehingga mempersulit Rusia untuk membayar kembali pinjaman internasionalnya.

Aset bank sentral Rusia telah dibekukan, untuk menghentikannya menggunakan dana senilai US$ 630 miliar dari cadangan yang dimilikinya dalam mata uang asing.

Bank-bank besar Rusia telah dihapus dari sistem pesan keuangan internasional Swift, yang akan menunda pembayaran ke Rusia untuk ekspor minyak dan gasnya.

Inggris telah mengecualikan bank-bank utama Rusia dari sistem keuangan Inggris, membekukan aset semua bank Rusia, melarang perusahaan Rusia meminjam uang, dan membatasi simpanan yang dapat dibuat orang Rusia di bank-bank Inggris.

Baca Juga: Aset Oligarki dan Entitas Rusia US$ 13,83 Miliar Dibekukan Uni Eropa Karena Sanksi  

Minyak dan gas

Rusia diperkirakan telah memperoleh hampir US$ 100 miliar dari ekspor minyak dan gas selama 100 hari pertama perang.

Sanksi yang menargetkan ekspornya telah diumumkan:

  • Uni Eropa (UE) mengatakan akan melarang semua impor minyak yang dibawa melalui laut dari Rusia pada akhir 2022
  • AS melarang semua impor minyak dan gas Rusia
  • Inggris akan menghapus impor minyak Rusia pada akhir 2022
  • Jerman telah membekukan rencana pembukaan pipa gas utama dari Rusia
  • Uni Eropa mengatakan akan menghentikan impor batubara Rusia pada Agustus

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru