kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.110   58,00   0,34%
  • IDX 7.308   28,38   0,39%
  • KOMPAS100 1.009   3,07   0,31%
  • LQ45 734   0,28   0,04%
  • ISSI 264   3,48   1,33%
  • IDX30 393   -5,78   -1,45%
  • IDXHIDIV20 480   -6,76   -1,39%
  • IDX80 114   0,27   0,24%
  • IDXV30 133   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,43%

Mobil China Agresif & Dealer Merek Jepang Mulai Berguguran, Ini Tanggapan Kemenperin


Jumat, 10 April 2026 / 05:55 WIB
Mobil China Agresif & Dealer Merek Jepang Mulai Berguguran, Ini Tanggapan Kemenperin
ILUSTRASI. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyoroti dinamika persaingan industri otomotif nasional di tengah masuknya merek-merek mobil asal China yang semakin agresif mengisi pasar domestik. (KONTAN/Diki Mardiansyah.)

Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyoroti dinamika persaingan industri otomotif nasional di tengah masuknya merek-merek mobil asal China yang semakin agresif mengisi pasar domestik. Di saat yang sama, sejumlah dealer merek Jepang dilaporkan tutup, seiring perubahan preferensi pasar.

Salah satu yang disorot adalah tutupnya Dealer Honda Pondok Pinang di Jakarta Selatan. Penutupan ini menambah daftar dealer Honda yang berhenti beroperasi di tengah persaingan industri otomotif yang semakin ketat.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi produsen otomotif Jepang untuk beradaptasi dengan perkembangan pasar di Indonesia.

Menurut Agus, persaingan ini tidak lepas dari perubahan permintaan konsumen yang semakin mengarah pada kendaraan berbasis listrik. Karena itu, produsen Jepang dinilai perlu membaca arah kebijakan pemerintah yang kini mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

“Semuanya ini kan berkaitan dengan market. Jadi dia harus bisa menyesuaikan apa yang menjadi keinginan market,” ujar Agus ditemui di Menara Kompas, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga: Resmi! OJK Cabut Izin 1 Fintech, Cek Daftar Pinjol Resmi & Berizin Terbaru April 2026

Politikus Partai Golkar ini menjelaskan, kebijakan pemerintah Indonesia saat ini sedang bertransformasi menuju penggunaan kendaraan listrik secara lebih masif. Langkah tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Agus menambahkan, dinamika geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah, menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk mempercepat transisi energi. Dalam konteks tersebut, sektor transportasi menjadi salah satu fokus utama pemerintah.

“Produsen Jepang juga harus bisa mulai melihat, mulai membaca bahwa kebijakan kita akan lebih cepat shifting kepada penggunaan mobil-mobil berbasis EV,” jelasnya.

Tonton: Prabowo Pangkas Perjalanan Dinas! Pejabat Dilarang ke Luar Negeri Kecuali Mendesak

Lebih lanjut, Agus menyebut pemerintah juga telah memberikan arahan agar pengembangan ekosistem kendaraan listrik diperluas. Ekosistem ini tidak hanya mencakup mobil penumpang, tetapi juga sepeda motor, truk, hingga bus, agar transisi menuju kendaraan listrik bisa berjalan lebih menyeluruh di berbagai segmen transportasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

×