kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.540   10,00   0,06%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Mitsubishi Buka Suara soal Pajero Sport Pakai Biosolar, Ini Syaratnya


Rabu, 13 Mei 2026 / 07:49 WIB
Mitsubishi Buka Suara soal Pajero Sport Pakai Biosolar, Ini Syaratnya
ILUSTRASI. Kenaikan harga diesel non-subsidi bikin pusing. MMKSI jelaskan Pajero Sport boleh pakai Biosolar, tapi ada syaratnya. (Dok./Mitsubishi)

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Kenaikan harga bahan bakar diesel nonsubsidi membuat sebagian pemilik mobil diesel mulai mempertimbangkan penggunaan Biosolar untuk menekan biaya operasional harian.

Namun muncul pertanyaan mengenai dampaknya terhadap mesin diesel modern, termasuk pada SUV seperti Mitsubishi Pajero Sport.

Mesin diesel modern saat ini memiliki teknologi yang lebih kompleks dibanding diesel generasi lama.

Sistem common rail dengan tekanan tinggi membuat kualitas bahan bakar menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga performa dan usia komponen.

Director of Product Service & Branding Strategy Division PT MMKSI, Kazuto Azuma, mengatakan mesin diesel modern Mitsubishi Motors sudah dikembangkan agar dapat beroperasi dengan bahan bakar yang tersedia di pasar Indonesia.

“Mesin diesel modern Mitsubishi Motors, termasuk yang digunakan pada Pajero Sport, telah dikembangkan untuk dapat beroperasi dengan bahan bakar diesel yang berlaku di pasar Indonesia, termasuk biosolar sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah,” kata Azuma kepada Kompas.com, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, konsumen tetap disarankan menggunakan bahan bakar yang sesuai spesifikasi resmi serta menjaga kualitas bahan bakar yang digunakan.

“Konsumen disarankan untuk selalu menggunakan bahan bakar yang memenuhi spesifikasi resmi, menjaga kualitas bahan bakar, serta melakukan perawatan berkala di bengkel resmi agar performa mesin tetap optimal,” ucapnya.

Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi atau kualitas yang kurang baik berpotensi memengaruhi sistem bahan bakar modern.

Baca Juga: KTP Masih Wajib untuk Check-in Hotel? Ini Klarifikasi Resmi Dukcapil

Sebab, komponen seperti injektor dan fuel pump bekerja dengan presisi tinggi sehingga membutuhkan suplai bahan bakar yang bersih.

Meski demikian, Azuma mengatakan mesin diesel Mitsubishi telah dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik bahan bakar yang tersedia di Indonesia, termasuk Biosolar.

“Pada prinsipnya, mesin diesel Mitsubishi Motors dirancang dengan mempertimbangkan kondisi operasional dan karakteristik bahan bakar yang tersedia di Indonesia. Apabila konsumen menggunakan biosolar yang sesuai standar, serta melakukan perawatan secara rutin sesuai jadwal, maka performa dan keandalan mesin dapat tetap terjaga,” ucapnya.

Ia menambahkan, perawatan berkala menjadi faktor penting untuk menjaga kondisi sistem bahan bakar tetap optimal.

“Komponen penting seperti sistem bahan bakar akan berfungsi optimal apabila didukung oleh perawatan berkala, termasuk penggantian filter bahan bakar sesuai rekomendasi," kata Azuma.

"Inilah mengapa Mitsubishi Motors Indonesia selalu menyarankan perawatan di bengkel resmi, agar kondisi kendaraan dapat dipantau secara menyeluruh dan potensi risiko dapat diminimalkan sejak dini,” katanya.

Tabel: Hal yang Harus Diperhatikan Saat Pakai Biosolar di Mesin Diesel Modern

Aspek Dampak jika diabaikan
Standar Biosolar Bisa menurunkan performa dan keandalan mesin
Kebersihan BBM Risiko injektor kotor/tersumbat
Penggantian filter BBM Sistem bahan bakar tidak optimal
Servis berkala Potensi masalah terlambat terdeteksi

Harga biosolar di seluruh Indonesia

Sejalan dengan kenaikan harga bahan bakar diesel nonsubsidi, harga jual produk solar Pertamina juga masih berada di level tinggi di berbagai wilayah. Kondisi ini mendorong sebagian pengguna kendaraan diesel mempertimbangkan penggunaan Biosolar yang harganya jauh lebih murah.

Berdasarkan daftar harga Pertamina Patra Niaga per 4 Mei 2026, harga Pertamina Dex dan Dexlite berada pada kisaran Rp 26.000–Rp 29.100 per liter, sedangkan harga Biosolar subsidi tetap Rp 6.800 per liter.

Tonton: Chery Siapkan Peluncuran Chery Q di Indonesia, Compact EV Ini Tuai Antusiasme Tinggi

Tabel: Harga Produk Solar Pertamina per Wilayah (Rp/Liter)

Wilayah Pertamina Dex Dexlite Biosolar Non-Subsidi Biosolar Subsidi
Prov. Aceh 28.500 26.600 - 6.800
FTZ Sabang - 24.400 - 6.800
Prov. Sumatera Utara 28.500 26.600 - 6.800
Prov. Sumatera Barat 29.100 27.150 - 6.800
Prov. Riau 29.100 27.150 - 6.800
Prov. Kepulauan Riau 29.100 27.150 - 6.800
FTZ Batam 26.500 24.700 - 6.800
Prov. Jambi 28.500 26.600 - 6.800
Prov. Bengkulu 28.500 26.600 - 6.800
Prov. Sumatera Selatan 28.500 26.600 - 6.800
Prov. Bangka-Belitung 28.500 26.600 - 6.800
Prov. Lampung 28.500 26.600 - 6.800
Prov. DKI Jakarta 27.900 26.000 - 6.800
Prov. Banten 27.900 26.000 - 6.800
Prov. Jawa Barat 27.900 26.000 - 6.800
Prov. Jawa Tengah 27.900 26.000 - 6.800
Prov. DI Yogyakarta 27.900 26.000 - 6.800
Prov. Jawa Timur 27.900 26.000 - 6.800
Prov. Bali 27.900 26.000 - 6.800
Prov. Nusa Tenggara Barat 27.900 26.000 - 6.800
Prov. Nusa Tenggara Timur 28.500 26.600 26.500 6.800
Prov. Kalimantan Barat 28.500 26.600 - 6.800
Prov. Kalimantan Tengah 28.500 26.600 - 6.800
Prov. Kalimantan Selatan 29.100 27.150 - 6.800
Prov. Kalimantan Timur 28.500 26.600 - 6.800
Prov. Kalimantan Utara 29.100 27.150 - 6.800
Prov. Sulawesi Utara 28.500 26.600 - 6.800
Prov. Gorontalo 28.500 26.600 - 6.800
Prov. Sulawesi Tengah 28.500 26.600 - 6.800
Prov. Sulawesi Tenggara 28.500 26.600 - 6.800
Prov. Sulawesi Selatan 28.500 26.600 - 6.800
Prov. Sulawesi Barat 28.500 26.600 - 6.800
Prov. Maluku - 26.600 - 6.800
Prov. Maluku Utara - 26.600 - 6.800
Prov. Papua - 26.600 - 6.800
Prov. Papua Barat 28.500 26.600 - 6.800
Prov. Papua Selatan - 26.600 - 6.800
Prov. Papua Pegunungan - 26.600 - 6.800
Prov. Papua Tengah - 26.600 - 6.800
Prov. Papua Barat Daya 28.500 26.600 - 6.800

(Gilang Satria, Aditya Maulana)

Sumber: https://otomotif.kompas.com/read/2026/05/11/121200215/mitsubishi-pajero-sport-boleh-pakai-biosolar-ini-penjelasan-mmksi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×