Midi Utama Indonesia (MIDI) tambah 200 gerai tahun ini

Jumat, 07 Mei 2021 | 09:35 WIB   Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Midi Utama Indonesia (MIDI) tambah 200 gerai tahun ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski masih di tengah pandemi Covid-19, PT Midi Utama Indonesia Tbk tidak mengerem ekspansi bisnis di tahun ini. Emiten ritel bersandi MIDI di Bursa Efek Indonesia ini menargetkan penambahan 200 gerai Alfamidi.

Direktur dan Corporate Secretary MIDI Suantopo Po menyampaikan, pihaknya masih akan melebarkan sayap bisnis termasuk memperluas jangkauan hingga ke Indonesia bagian timur. Dari rencana tambahan 200 gerai baru Alfamidi, hingga Kurtal I-2021, realisasinya sudah mencapai 63 gerai baru atau sekitar 31% dari target.

"Tahun ini kita tidak menurunkan target (tambahan gerai). Target tahun lalu 200, tercapai lebih dari itu. Kita optimistis untuk tahun ini apalagi program vaksin sudah berjalan," ungkap Suantopo dalam public expose yang digelar Kamis (6/5).

Baca Juga: Ini rahasia Midi Utama Indonesia (MIDI) dapat bertahan di tengah pandemi

Adapun pada tahun lalu, MIDI berhasil menambah Alfamidi hingga 257 gerai. Secara total per tahun lalu Alfamidi memiliki 1.795 gerai. Selain Alfamidi, MIDI juga memiliki jenis gerai lainnya yakni Alfamidi Super. Pada segmen ini, MIDI juga melakukan ekspansi dengan menambah 9 gerai pada tahun lalu, sehingga menambah total gerai menjadi 26 Alfamidi Super.

Namun pada tahun ini, MIDI tidak membidik target khusus untuk menambah Alfimidi Super. Alasannya, dengan luas sekitar dua kali lipat dari Alfamidi, bukan hal yang mudah untuk mencari lokasi. "Mungkin nanti bisa kami lakukan konversi dari Alfamidi kalau lahan di sebelahnya memungkinkan. Untuk Alfamidi Super kita tidak menetapkan target penambahan khusus," sambung Suantopo.

Selain gerai bermerek Alfamidi dan Alfamidi Super, MIDI juga memiliki Lawson yang dikelola oleh entitas anak PT lancar Wiguna Sejahtera. Pada tahun 2020 lalu, MIDI menambah 3 gerai Lawson.

Namun pada saat yang sama Lawson bekurang 6 gerai. Selain karena habis sewa, alasannya lainnya ialah Lawson berlokasi di perkantoran dan fasilitas publik seperti stasiun dan bandara, sedangkan pada tahun lalu terjadi pembatasan sosial karena pandemi.

Editor: Handoyo .
Terbaru