kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Menurut analis, industri CPO bakal menghadapi sejumlah tantangan ini pada tahun 2021


Rabu, 05 Mei 2021 / 04:15 WIB

Reporter: Achmad Jatnika | Editor: Tendi Mahadi

Keempat, kampanye hitam mengenai produk-produk berbasis sawit, beberapa kampanye seperti deforestasi, penyalahgunaan hutan yang masif, pengurangan habitat orang utan, berkurangnya oksigen yang dihasilkan hutan di Indonesia, penyerapan air yang tinggi dari pohon sawit, serta masalah kesehatan yang dapat disebabkan oleh konsumsi minyak sawit.

Semuanya dapat menurunkan konsumsi sawit di sejumlah negara.

Baca Juga: Harga CPO naik, simak rekomendasi analis untuk saham-saham emiten CPO

Kelima, sulitnya masuk ke negara-negara Eropa, Uni Eropa, yang merupakan salah satu konsumen minyak sawit terbesar, menerapkan Renewable Energy Directive (RED) II yang akan mengurangi penggunaan biodiesel berbasis sawit secara bertahap hingga 0% pada 2030.

Selain itu, otoritas keamanan makanan di Eropa, EFSA, menetapkan bahwa kandungan maksimal 3-MCPDE (satu jenis karsinogen) yang diperbolehkan di produk-produk yang masuk ke pasar Uni Eropa sebesar 2.5 ppm.

“Aturan ini akan mempersulit minyak goreng sawit untuk masuk ke pasar Uni Eropa, karena kandungan 3-MCPDE dalam sawit biasanya di atas 3 ppm,” ujar Yosua.

Selanjutnya: Pendapatan Indika Energy (INDY) tertekan pada kuartal I, ini penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS [Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI

×