kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Menteri ESDM Sebut Pemanfaatan Bioethanol untuk Kurangi Pemakaian BBM Fosil


Sabtu, 24 Juni 2023 / 07:20 WIB

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembangan bioethanol di dalam negeri akan semakin didorong oleh pemerintah sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM) fosil. Hal ini dilakukan karena melihat keberhasilan negara lain menggunakan bahan bakar nabati (BBN) ini. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menyatakan, pengembangan bensin dengan campuran bioethanol dinilai sangat baik karena saat ini berbagai negara sudah menggunakannya. 

“Sekarang saatnya memanfaatkan ethanol supaya bisa menjadi alternatif untuk mengurangi bahan bakar minyak (BBM) fosil kita,” jelasnya saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (23/6). 

Melalui pencampuran gasoline dengan bioethanol, Arifin mengatakan, kadar oktan pada bensin  otomatis akan naik. Dengan bensin yang lebih bersih, tentu akan baik ke mesin kendaraan bermotor. 

Baca Juga: Menteri ESDM Buka Opsi Terminasi Kontrak IDD Jika Tak Ada Kejelasan hingga Juli

Sebelumnya Pertamina pernah memaparkan melalui pencampuran Pertamax (RON 92) dengan bioethanol 5%, terjadi peningkatan kadar oktan bensin menjadi RON 95. Arifin menyatakan saat ini Pertamina sedang menjalankan proses uji coba.

“Sekarang kuantumnya udah memadai belum? Untuk harga, seharusnya tidak mempengaruhi yang ada sekarang,” ujarnya. 

Dalam pengembangan bensin E5 ini, Arifin mengatakan, jangan sampai disubsidi. 

“Kalau bisa jangan sampai lah subsidi, jadi harus matang, masa subsidi lagi Pertamax,” terangnya. 

Dalam catatan Kementerian ESDM, program bioethanol tebu untuk ketahanan energi diproyeksikan dapat menjadi solusi peningkatan jumlah produksi bioetanol nasional dari 40 ribu kiloliter di tahun 2022 menjadi 1,2 juta kiloliter di tahun 2030 dan menjadi potensi campuran BBM jenis minyak bensin. 

Hal ini didasarkan pada studi yang dilakukan di Brazil, energi yang dihasilkan dari 1 ton tebu setara dengan 1,2 barel crude oil. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×