kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Menteri ESDM: Cadangan Nikel RI Bisa Habis dalam 15 Tahun


Sabtu, 16 September 2023 / 06:00 WIB

Reporter: Filemon Agung | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan cadangan bijih nikel Indonesia kini mencapai 5,3 miliar ton.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan, jika terus diproduksikan maka umur cadangan nikel Indonesia diperkirakan sekitar 15 tahun.

"Tapi kalau ini bisa dikembangkan potensinya, bisa panjang. Ke depan ada industri baja, bisa ada industri daur ulang, bisa makin panjang," kata Arifin ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (15/9).

Arifin menjelaskan, mempertimbangkan kondisi yang ada maka kegiatan produksi harus dilakukan secara terukur.

Baca Juga: Harga Patokan Tertinggi Biomassa untuk Co-Firing Dinilai Belum Menarik

Meskipun usia cadangan kian menipis, Arifin memastikan pengembangan ekosistem kendaraan listrik terus diupayakan. Menurutnya, saat ini sudah ada beberapa produsen kendaraan listrik yang berproduksi di Indonesia.

Meski demikian, pemerintah terus membidik peluang untuk mengoptimalkan potensi yang ada. Salah satunya dengan mencontoh sejumlah negara yang telah terlebih dahulu terjun di industri kendaraan listrik.

"Kita harus berpikir ke situ, (negara-negara) yang tak punya sumber daya saja bisa seperti itu," jelas Arifin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×