kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.908   38,00   0,21%
  • IDX 5.654   -166,79   -2,87%
  • KOMPAS100 730   -22,37   -2,97%
  • LQ45 557   -15,86   -2,77%
  • ISSI 196   -5,18   -2,57%
  • IDX30 317   -8,39   -2,58%
  • IDXHIDIV20 391   -10,17   -2,54%
  • IDX80 83   -2,44   -2,85%
  • IDXV30 106   -2,15   -1,98%
  • IDXQ30 102   -2,79   -2,66%

Meneropong potensi harga batubara, bakal terus naik?


Jumat, 27 November 2020 / 08:05 WIB

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

Pemulihan ini tentu akan meningkatkan kebutuhan energi. Namun perlu diingat juga bahwa pemerintah China kerap memberikan sinyal campuran seperti komitmen untuk menggunakan energi bersih (clean energy) serta melakukan perlindungan bagi industri batubara domestik mereka.

NH Korindo Sekuritas Indonesia memiliki target harga untuk beberapa saham emiten batubara, diantaranya saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan target harga Rp 2.900, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan target harga Rp 12.000, dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan target harga  Rp 1.700.

Baca Juga: China beli batubara Indonesia hingga US$ 1,4 miliar, emiten domestik bisa diuntungkan

Di sisi lain, harga batubara juga akan dipengaruhi oleh ketegangan antara China dengan Australia. Mengutip Bloomberg, Selasa (24/11), China melakukan blacklist lebih dari 50 kargo batubara asal Australia senilai lebih dari US$ 500 juta seiring memanasnya hubungan Beijing dengan Canberra.

Lebih dari 50 kapal telah menunggu selama sebulan atau lebih untuk menurunkan batubara dari Australia dengan membawa muatan sekitar 5,7 juta ton batubara. “Produsen batubara Australia mungkin mencari tujuan lain untuk batubaranya, seperti Jepang atau India. Namun, mengingat dampak yang sangat besar, Australia kemungkinan akan memangkas produksi juga,” kata Abhinav Gupta, analis riset di Braemar ACM Shipbroking.

Kapal-kapal yang membawa batubara dari semua eksportir umumnya hanya menunggu tiga hingga lima hari untuk berlabuh sebelum China membatasi pengiriman dari Negeri Kanguru tersebut.

Selanjutnya: China menyerok batubara dari Indonesia, Bumi Resources: Jadi angin segar bagi kami

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

×