Memo bocor di Thailand, banyak yang ragu kemanjuran vaksin Sinovac

Selasa, 06 Juli 2021 | 10:44 WIB Sumber: Reuters
Memo bocor di Thailand, banyak yang ragu kemanjuran vaksin Sinovac

ILUSTRASI. Dokumen bocor mendorong seruan di Thailand agar staf medis yang diinokulasi Covid-19 diberikan booster vaksin mRNA. REUTERS/Athit Perawongmetha

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Sebuah dokumen Kementerian Kesehatan Thailand yang bocor telah mendorong seruan di Thailand agar staf medis yang diinokulasi Covid-19 diberikan booster vaksin mRNA. Kondisi tersebut dapat merusak kepercayaan publik terhadap Vaksin Sinovac Biotech.

Reuters memberitakan, memo internal yang memuat berbagai opini itu diberitakan media lokal dan dibagikan secara luas di media sosial. Hal tersebut bahkan dikonfirmasi oleh Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul sebagai dokumen asli.

Memo tersebut juga termasuk komentar dari seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya yang merekomendasikan pihak berwenang untuk tidak memberikan suntikan vaksin Pfizer-BioNTech kepada petugas kesehatan garis depan, karena langkah seperti itu akan "mengakui bahwa vaksin Sinovac tidak efektif".

Thailand telah memberikan vaksin virus tidak aktif Sinovac kepada sebagian besar petugas kesehatan. Hasil riset menunjukkan dua dosis vaksin Sinovac 95% efektif dalam mengurangi kematian dan gejala parah. Selain itu, studi juga menunjukkan vaksin asal China ini 71% hingga 91% efektif dalam menghentikan infeksi Covid-19 varian Alpha. 

Baca Juga: 5 Jenis vaksin yang dapat digunakan dalam kondisi darurat (EUA) dari BPOM

Pihak Sinovac di China tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang kemanjuran vaksin.

Komentar dalam dokumen yang bocor itu memicu seruan dari pakar kesehatan terkemuka Thailand, termasuk pejabat tinggi dewan medis, untuk memberikan suntikan penguat Pfizer-BioNTech kepada petugas kesehatan.

Tagar "Berikan Pfizer kepada tenaga medis" menjadi tren di Twitter Thailand dengan lebih dari 624.000 tweet pada hari Senin.

Baca Juga: 5 Vaksin Covid-19 yang direkomendasikan bagi ibu hamil

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru