kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.718.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.715   -56,00   -0,32%
  • IDX 6.541   19,57   0,30%
  • KOMPAS100 851   1,98   0,23%
  • LQ45 644   2,52   0,39%
  • ISSI 230   0,54   0,24%
  • IDX30 360   1,46   0,41%
  • IDXHIDIV20 439   1,81   0,41%
  • IDX80 97   0,24   0,25%
  • IDXV30 122   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   0,52   0,46%

Memanas, Filipina kerahkan lebih banyak kapal perang ke Laut China Selatan


Jumat, 26 Maret 2021 / 13:23 WIB
ILUSTRASI. Kapal perang Angkatan Laut Filipina.

Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MANILA. Militer Filipina memerintahkan pengerahan lebih banyak kapal perang ke Laut China Selatan pada Kamis (25 Maret), di tengah pertikaian diplomatik yang berkembang atas armada kapal Cina yang diparkir di dekat karang yang disengketakan.

China mengklaim hampir keseluruhan laut yang kaya sumber daya itu, dan minggu ini dituduh oleh Amerika Serikat atas upaya untuk "mengintimidasi dan memprovokasi orang lain" dengan memarkir kapalnya di dekat Whitsun Reef.

Manila telah memerintahkan Beijing untuk menarik 183 perahu tersisa di terumbu berbentuk bumerang, sekitar 320 km Barat Pulau Palawan, menggambarkan kehadiran mereka sebagai serangan atas wilayah kedaulatan Filipina.

Sekitar 220 kapal terdeteksi oleh Penjaga Pantai Filipina pada 7 Maret, tetapi baru Manila publikasikan akhir pekan lalu. Patroli udara militer Filipina di atas terumbu karang tersebut pada Senin (23 Maret) menemukan 183 masih di sana.

Baca Juga: AS tuduh China gunakan milisi maritim di Laut China Selatan untuk ancam negara lain

China mengatakan, ratusan kapal penangkap ikan mereka berlindung dari cuaca buruk di dekat terumbu karang, yang Beijing klaim sebagai bagian dari Kepulauan Spratly di Laut China Selatan yang diperebutkan.

Mengutip Channel News Asia, seorang juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina menyatakan, kapal perang Angkatan Laut tambahan akan melakukan "patroli kedaulatan" di perairan tersebut.

Tapi, dia tidak menyebutkan, apakah kapal perang Filipina akan mendekati terumbu karang atau jenis kapal perang apa yang dikirim ke perairan itu.

Duterte hanya menyatakan keprihatinan

Perselisihan diplomatik Filipina dan China telah meningkat dengan beberapa negara, termasuk Kanada, Australia, dan Jepang, menyatakan keprihatinan atas ketegangan baru di kawasan tersebut.

Baca Juga: Filipina: Ratusan kapal nelayan China yang berlabuh merupakan tindakan provokatif



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×