kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Melihat Perbedaan Bonus dan Tantiem Direksi dan Komisaris Bank BUMN


Selasa, 15 Maret 2022 / 06:10 WIB
Melihat Perbedaan Bonus dan Tantiem Direksi dan Komisaris Bank BUMN

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Noverius Laoli

Padahal BNI menorehkan pertumbuhan laba bersih sangat tinggi yakni hingga 232% menjadi Rp 10,89 triliun. Dengan begitu, direksi BNI yang berjumlah 12 orang hanya membawa pulang bonus dan tantiem rata-rata Rp 7,12 miliar. Komisaris yang berjumlah 10 orang hanya mendapat rata-rata Rp 4,9 miliar.

Untungnya, gaji dan tunjangan pejabat BNI masih meningkat di saat bonus dan tantiem mengalami penurunan. Gaji dan tunjangan direksi naik 20,3% ke Rp 62,96 miliar dan komisaris meningkat 18,6% jadi Rp 23,7 miliar.

Baca Juga: Sambut rencana revisi UU BUMN, ini poin yang disoroti Erick Thohir

Adapun BTN menaikkan gaji dan tunjangan pejabatnya cukup tinggi tahun lalu. Untuk direksi dialokasikan Rp 101,02 miliar atau meningkat 110% YoY dan komisaris Rp 38 miliar atau naik 106% dari tahun 2020.

Tahun lalu, laba bersih BTN melonjak 48,3% jadi Rp 2,37 triliun. Adapun jumlah komisaris dan direksi bank ini masing-masing berjumlah 9 orang. 

Aestika Oryza Gunarto Sekretaris Perusahaan BRI mengatakan, penetapan bonus dan tantiem direksi dan komisaris mempertimbangkan faktor skala dan komplesitas usaha, tingkat inflasi, serta kondisi dan kemampuan keuangan perusahaan. 

"Faktor lainnya yang relevan dalam mempengaruhi penetapan tantiem adalah tingkat remunerasi yang berlaku umum dalam industri sejenis," jelasnya pada KONTAN, Jumat (11/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×