kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Melihat dampak kenaikan harga pangan global terhadap Indonesia


Senin, 07 Juni 2021 / 06:40 WIB

Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Noverius Laoli

Sedangkan indeks harga minyak nabati FAO naik 7,8% didorong oleh meningkatnya permintaan. Sementara indeks harga gula FAO naik 6,8% MoM karena penundaan panen.

Selain itu, indeks harga daging FAO naik sebesar 2,2% dan indeks harga produk susu FAO naik 1,8%. Kenaikan harga pangan disebut Kasan berkaitan erat dengan penanganan pandemi Covid-19.

"Kondisi kembali normal tentu salah satunya tergantung kepastian berakhirnya pandemi Covid-19 di tingkat global," jelas Kasan.

Sehingga nantinya akan tercipta kondisi suplai dan permintaan yang kembali normal. Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga daging sapi saat ini masih terpantau tinggi sebesar Rp 119.100 per kilogram (kg) hingga 127.650 per kg.

Sementara harga gula pasir sebesar Rp 13.300 per kg hingga Rp 15.450 per kg. Sedangkan harga minyak goreng kemasan sebesar Rp 15.200 per kg hingga Rp 15.750 per kg.

Selanjutnya: Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara merosot pada April 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

×