Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Perjalanan dari Jakarta menuju Merak kini semakin terjangkau melalui layanan KRL dan kereta api lokal. Total biaya perjalanan hanya sekitar Rp 11.000.
Penumpang dapat menggunakan KRL Commuter Line relasi Tanah Abang–Rangkasbitung dengan tarif Rp 8.000. Perjalanan dilanjutkan dengan KA Lokal Rangkasbitung–Merak seharga Rp 3.000.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat elektrifikasi lintas Tanah Abang–Rangkasbitung telah mencapai 72,769 kilometer jalur ganda.
“Pengembangan ini berjalan bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, termasuk peningkatan prasarana dan kecepatan perjalanan KRL,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, Minggu (12/4/2026).
Perjalanan dari Stasiun Merak dapat dilanjutkan dengan kapal menuju Pelabuhan Bakauheni. Tarif kapal reguler sekitar Rp 23.000 per orang, sedangkan kapal ekspres sekitar Rp 85.000.
Elektrifikasi membuat layanan KRL dapat mengoperasikan rangkaian hingga 12 kereta. Sebelumnya, rangkaian hanya terdiri dari 8 hingga 10 kereta. Kapasitas angkut meningkat. Kenyamanan perjalanan ikut membaik. Pengembangan prasarana terus dilakukan untuk menyempurnakan jaringan.
Baca Juga: Penumpang Domestik Turun Drastis? Ini Risiko Kenaikan Tiket 9-13%
“Perbaikan ini berkontribusi pada pengaturan jarak antar perjalanan yang semakin efisien, sehingga frekuensi perjalanan meningkat dan waktu tunggu pelanggan menjadi lebih singkat,” jelas Anne.
Jumlah pengguna di lintas Rangkasbitung–Merak terus naik. Pada 2023 tercatat 3,6 juta pelanggan. Angka ini meningkat menjadi 4,2 juta pada 2024 dan 4,4 juta pada 2025. Periode Januari hingga Maret 2026 mencatat 1,1 juta pelanggan.
Lintas ini juga melayani Kereta Petani Pedagang. Pada triwulan I 2026, layanan ini digunakan oleh 11.349 orang. Layanan ini mendukung aktivitas ekonomi pelaku usaha kecil.
“Pergerakan masyarakat di lintas ini terus tumbuh dan saling terhubung. Pengembangan ke depan diharapkan membuka akses yang lebih luas, mendorong tumbuhnya kawasan hunian yang lebih terintegrasi, memperkuat aktivitas industri dan distribusi, serta mendukung konektivitas pariwisata hingga ke kawasan pesisir dan lintas pulau,” lanjut Anne.
Volume pengguna KRL lintas Rangkasbitung juga meningkat. Pada 2022 tercatat 43,3 juta pelanggan. Angka ini naik menjadi 62 juta pada 2023, lalu 69,9 juta pada 2024, dan 77,5 juta pada 2025. Periode Januari hingga Maret 2026 mencapai 20,1 juta pelanggan.
“Pertumbuhan ini menggambarkan bagaimana lintas Rangkasbitung berkembang sebagai jalur penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di kawasan penyangga Jakarta yang terus meluas dan berkembang,” tegasnya.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya meminta peningkatan kapasitas KRL di lintas ini. Langkah dilakukan melalui penggantian rangkaian dengan ukuran lebih besar.
Tonton: Menuju B50, APBI Beberkan Tantangan Teknis dan Beban Biaya
“Untuk lintas Rangkasbitung, saya sudah minta Dirjen Perkeretaapian supaya mengganti kereta yang lebih besar sehingga kapasitas angkutnya lebih banyak,” ujar Dudy di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Dudy menegaskan peningkatan kapasitas harus diikuti perbaikan jaringan elektrifikasi.
“Tapi memang salah satu syaratnya adalah kita harus memperbaiki jaringan elektrifikasinya,” katanya.
(Kiki Safitri, Teuku Muhammad Valdy Arief)
Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/04/13/073139826/naik-krl-ke-merak-cuma-rp-11000-akses-makin-mudah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













