kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 16.998   -51,00   -0,30%
  • IDX 7.153   104,47   1,48%
  • KOMPAS100 989   17,18   1,77%
  • LQ45 728   12,16   1,70%
  • ISSI 254   3,04   1,21%
  • IDX30 395   6,88   1,77%
  • IDXHIDIV20 494   6,04   1,24%
  • IDX80 112   1,95   1,78%
  • IDXV30 136   0,96   0,71%
  • IDXQ30 129   2,16   1,71%

Luhut sebut sejumlah kontrak diteken dalam mengembangkan baterai untuk mobil listrik


Rabu, 18 November 2020 / 06:45 WIB
Luhut sebut sejumlah kontrak diteken dalam mengembangkan baterai untuk mobil listrik

Reporter: Agung Hidayat | Editor: Noverius Laoli

Lalu telekomunikasi (baterai tower BTS), energi baru terbarukan, infrastruktur, industri, remote area (penggunaan untuk wilayah terpencil), hingga untuk keperluan pertahanan dan keamanan.

Dengan lebih 40 tahun berpengalaman di dunia baterai di Indonesia, produk-produk NIPS saat ini menguasai pasar domestik, dan bahkan baterai Lithium produksi perusahaan telah ekspor dengan tujuan pasar Asia hingga Eropa.

Kabar lainnya datang dari Tesla yang sudah hampir mencapai kata sepakat untuk membangun pabrik baterai di Indonesia. Pembicaraan para eksekutif Tesla dengan sejumlah pejabat tinggi negara kabarnya akan segera berlangsung minggu depan.

Baca Juga: Kenali infeksi bakteri vagina penyebab keguguran

Dalam catatan Kontan.co.id seperti yang dilansir dari laman Electrek, Tesla sedang tertarik mendirikan pabrik baterai baru di Tanah Air. Salah satu faktornya, Indonesia dianggap punya cadangan nikel yang berlimpah. CEO Tesla Elon Musk sebelumnya sempat meminta perusahaan pertambangan untuk meningkatkan produksi nikel.

Namun belakangan diketahui bahwa pembicaraan Tesla bukan hanya untuk menambah permintaan nikel, tapi juga soal pembangunan pabrik baterai di Indonesia. Salah satu alasan yang memaksa Tesla harus mengerahkan energinya untuk memanfatkan cadangan nikel negara, adalah larangan ekspor bijih nikel untuk mendorong industri lokal.

Selanjutnya: Selamatkan industri domestik, Jokowi diminta mengerem impor untuk proyek pemerintah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×