kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.828   0,00   0,00%
  • IDX 8.087   55,12   0,69%
  • KOMPAS100 1.139   7,16   0,63%
  • LQ45 825   3,78   0,46%
  • ISSI 287   2,97   1,05%
  • IDX30 429   2,12   0,50%
  • IDXHIDIV20 516   2,71   0,53%
  • IDX80 127   0,78   0,62%
  • IDXV30 140   1,28   0,92%
  • IDXQ30 139   0,67   0,49%

Lonjakan harga terjadi di Myanmar pasca kudeta


Rabu, 17 Maret 2021 / 03:20 WIB
Lonjakan harga terjadi di Myanmar pasca kudeta

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Direktur WFP, Stephen Anderson, mengatakan bahwa tanda-tanda krisis tersebut sangat mengganggu Myanmar secara menyeluruh karena masalah Covid-19 juga belum bisa teratasi.

"Jika tren negatif ini terus berlanjut setelah pandemi Covid-19 usai, maka hal ini akan sangat merusak kemampuan masyarakat miskin untuk menyediakan makanan yang cukup di meja keluarga," kata Anderson.

WFP telah hadir cukup lama di Myanmar, setidaknya selama dekade terakhir. Badan PBB ini melaporkan telah mendukung lebih dari 360.000 orang di Myanmar, kebanyakan dari mereka mengungsi akibat serangkaian konflik yang terjadi.

"Di WFP kami tahu betul bagaimana kelaparan dapat dengan ccepat terjadi ketika perdamaian dan dialog dikesampingkan," lanjut Anderson.

Myanmar yang dulu sempat menjadi lumbung beras utama Asia, kini termasuk ke dalam golongan negara termiskin di kawasan itu sejak militer merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 1962.

Pemberlakuan kebijakan menuju sosialisme yang autarkis cukup menyengsarakan Myanmar. Kondisi mulai membaik, bahkan perekonomian berkembang pesat, setelah militer mulai menarik diri dari politik satu dekade lalu.

Selanjutnya: Dewan Keamanan PBB meminta militer Myanmar setop lakukan kekerasan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×