Long Covid Berdampak Buruk, Ini 9 Efek Samping yang Harus Diwaspadai

Kamis, 10 Maret 2022 | 07:47 WIB Sumber: Kompas.com
Long Covid Berdampak Buruk, Ini 9 Efek Samping yang Harus Diwaspadai


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagian penyintas Covid-19 ada yang merasakan long Covid. Long Covid merupakan kondisi tak normal yang bisa terjadi pasca-sembuh dari Covid-19. 

Banyak orang bertanya-tanya, apakah Omicron juga bisa menyebabkan efek long covid seperti varian virus corona SARS-CoV-2 lainnya? 

Seperti diketahui infeksi virus corona atau Covid-19 Omicron kebanyakan menyebabkan gejala penyakit yang relatif ringan ketimbang infeksi Delta atau Alfa. 

Namun, terkadang Covid-19 juga bisa menyebabkan gejala berat sampai menyebabkan pengidapnya meninggal dunia, terutama bagi orang dengan penyakit penyerta (komorbid) dan belum disuntik vaksin Covid-19. 

Untuk menjawab pertanyaan di atas, berikut penjelasan terkait efek long covid Omicron dan pencegahannya. 

Baca Juga: Paling Sering Dikeluhkan Pasien Covid-19, Ini 5 Ciri-ciri Gejala Omicron

Kemungkinan long covid Omicron menurut ahli 

Mengingat Omicron baru teridentifikasi pada akhir November lalu, para ahli hingga kini masih terus meneliti efek long covid galur anyar ini. 

Tapi, beberapa pakar mewanti-wanti kemungkinan long covid yang perlu diwaspadai para penyintas infeksi Omicron. Ahli penyakit menular AS Dr. Anthony Fauci menyampaikan, infeksi virus corona varian apa pun, termasuk Omicron, potensial menyebabkan long covid. 

“Long covid bisa terjadi apa pun varian virusnya. Belum ada bukti bahwa ada perbedaan (long covid) antara Delta sampai Omicron,” jelas dia, kepada Healthline. 

Penelitian sebelumnya mengungkapkan, sekitar 30 persen penyintas Covid-19 merasakan efek long covid. Studi juga menemukan, satu dari tujuh anak dan remaja pengidap Covid-19 masih merasakan gejala penyakit selang 15 minggu setelah terinfeksi virus corona.

Baca Juga: Kenali Dua Gejala Baru Varian Omicron BA.2 atau Siluman

Sementara itu, ahli virologi dari pusat studi penyakit menular hVIVO yang berbasis di London Inggris Andrew Catchpole, DPhil, memperkirakan, persentase kasus long covid Omicron kemungkinan lebih jarang dibandingkan varian lainnya. 

Dilansir dari National World, gejala Omicron seperti pilek, sakit kepala atau pusing, bersin-bersin, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot dan sendi, kelelahan, mual, atau ruam biasanya muncul selama lima hari. 

Apabila gejala tersebut berlangsung selama lebih dari 12 minggu, seseorang dikatakan merasakan efek long covid. 

Beberapa efek long covid termasuk Omicron yang perlu diwaspadai di antaranya: 

  • Mudah lelah
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Susah konsentrasi dan mudah lupa
  • Jantung berdebar-debar
  • Susah tidur di malam hari
  • Kerap sakit kepala
  • Nyeri otot dan sendi
  • Depresi dan gangguan kecemasan 

Jika Anda mengalami efek long covid Omicron di atas sampai lebih dari sebulan sejak kali pertama terinfeksi virus corona, ada baiknya untuk berkonsultasi ke dokter. Terlebih jika efek long covid tersebut sampai mengganggu aktivitas sehari-hari dan mengurangi produktivitas. 

Baca Juga: Libur Panjang Berpotensi Picu Kenaikan Kasus Covid-19, Ini Saran Kemenkes

Pencegahan long covid 

Penelitian yang diterbitkan di The Lancet menunjukkan, orang yang sudah disuntik vaksin Covid-19 minimal dosis lengkap ketika terinfeksi virus corona bergejala kurang dari sebulan. 

Dengan kata lain, suntik vaksin Covid-19 potensial bisa jadi langkah pencegahan dari long covid, termasuk untuk varian Omicron. 

Studi lain juga menunjukkan, orang yang sudah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19 seminggu sebelum terinfeksi virus corona, memiliki peluang tujuh hingga 10 kali lebih jarang terkena long covid. 

Vaksin Covid-19 memang potensial mencegah long covid termasuk Omicron. Tapi penyintas tetap perlu berhati-hati dan disiplin menjalankan protokol kesehatan karena infeksi ulang dapat menyebabkan gejala penyakit muncul kembali.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "9 Efek Long Covid Omicron yang Perlu Diwaspadai dan Pencegahannya"
Penulis : Mahardini Nur Afifah
Editor : Mahardini Nur Afifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru