kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Ledakan dari bom parsel di Myanmar telah menewaskan lima orang


Selasa, 04 Mei 2021 / 19:55 WIB

Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

Pada hari Senin, Tentara Kemerdekaan Kachin, sebuah kelompok pemberontak etnis, mengatakan telah menembak jatuh sebuah helikopter militer saat pertempuran di wilayah perbatasan utara dan timur negara itu meningkat.

Media domestik juga melaporkan bahwa seorang administrator lokal yang ditunjuk junta telah ditikam hingga tewas di kota utama, Yangon.

Polisi dan militer tidak menanggapi permintaan komentar.

Kelompok advokasi Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) mengatakan pasukan keamanan telah menewaskan sedikitnya 766 warga sipil sejak kudeta. Junta membantah angka tersebut dan mengatakan setidaknya 24 anggota pasukan keamanan telah tewas selama protes. 

Reuters tidak dapat memverifikasi korban karena pembatasan yang diberlakukan pada media oleh junta.

Junta mengatakan mereka harus merebut kekuasaan karena keluhannya atas kecurangan dalam pemilihan November yang dimenangkan oleh partai Suu Kyi tidak ditangani oleh komisi pemilihan yang menganggap pemilu itu adil.

Suu Kyi, telah ditahan sejak kudeta bersama dengan banyak anggota partainya. AAPP mengatakan lebih dari 3.600 orang saat ini ditahan karena menentang militer.

Selanjutnya: Militer Myanmar lepaskan tembakan peringatan ke kapal yang membawa pejabat Thailand

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

×