kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Lebih Mahal! Ini Harga Rokok Kretek Mesin, Kretek Tangan, & Putih Mesin di 2022


Senin, 20 Desember 2021 / 11:30 WIB
Lebih Mahal! Ini Harga Rokok Kretek Mesin, Kretek Tangan, & Putih Mesin di 2022

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

2. Sigaret Putih Mesin golongan IIA (tarif cukai 635, naik 12,4%) 

HJE per batang: Rp 1.135 
HJE per bungkus: Rp 22.700 

3. Sigaret Putih Mesin golongan IIB (tarif cukai 635, naik 14,4%) 

HJE per batang: Rp 1.135 
HJE per bungkus: Rp 22.700

Harapan dari naiknya harga rokok 

Menkeu Sri Mulyani berharap, kenaikan cukai mampu mencapai target penurunan prevalensi perokok anak usia 10-18 tahun menjadi 8,83% dari target 8,7% dalam RPJMN tahun 2024. 

Naiknya cukai rokok tahun depan berkontribusi menurunkan produksi rokok sebesar 3% dari 320,1 miliar batang menjadi 310,4 miliar batang. Indeks kemahalan rokok pun menjadi 13,77% dari 12,7%, dengan target penerimaan APBN dari cukai rokok mencapai Rp 193,5 triliun. 

"Prevalensi dari anak-anak yang merokok turun sehingga makin mendekati target dalam RPJMN di 8,7. Tenaga kerja berpotensi turun sebesar 457-990 orang," sebut Sri Mulyani. 

Di sisi lain, pihaknya juga mempertimbangkan rerata kenaikan cukai terhadap tenaga kerja atau buruh yang bekerja di pabrik rokok. Oleh karena itu, tarif cukai SKT hanya naik 4,5%. 

(Penulis Fika Nurul Ulya | Editor Akhdi Martin Pratama)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mulai Tahun Depan, Harga Rokok Tembus Rp 40.000 Per Bungkus"

Editor : Aprillia Ika

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×