Latihan kontra-terorisme, Rusia, China, dan 7 negara lain kerahkan 5.500 pasukan

Senin, 20 September 2021 | 20:35 WIB Sumber: TASS
Latihan kontra-terorisme, Rusia, China, dan 7 negara lain kerahkan 5.500 pasukan


KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Latihan militer gabungan Peace Mission-2021 resmi dimulai Senin (20/9). Latihan yang berfokus pada langkah-langkah kontra-terorisme ini diikuti 9 negara, termasuk Rusia dan China, dengan lebih dari 5.500 pasukan.

Dilansir dari TASS, latihan kontra-terorisme oleh Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) diadakan di Wilayah Orenburg di Ural, Selatan Rusia pada 20-24 September 2021.

Distrik Militer Pusat Rusia melaporkan, secara keseluruhan latihan ini akan melibatkan sekitar 5.500 prajurit dan lebih dari 1.200 unit persenjataan, militer, dan kendaraan khusus.

Latihan akan melibatkan prajurit dari Rusia, China, India, Kazakhstan, Kirgistan, Pakistan, Tajikistan, dan Uzbekistan. Untuk pertama kalinya, Belarusia juga akan ambil bagian dalam latihan kontra-terorisme ini.

Baca Juga: Rusia & Belarusia memimpin latihan militer Zapad-2021, diikuti 200.000 prajurit

Nantinya, para prajurit akan melatih tindakan balasan terhadap teknik taktis baru, yang saat ini digunakan oleh organisasi teroris internasional.

Bukan cuma itu, pasukan dari 9 negara ini juga akan melakukan skenario perang anti-drone dan metode pencegahan serangan teror yang melibatkan penggunaan senjata kimia dan biologi.

Latihan oleh SCO ini kabarnya juga akan mencakup banyak poin pelatihan, termasuk pengintaian dan pemantauan, serangan senjata, blokade dan kontrol periferal, penumpasan sarang teroris di perkotaan, pengepungan dan pemusnahan teroris.

SCO didirikan pada 15 Juni 2001. Di dalamnya tergabung China, Rusia, Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan dan Uzbekistan. Lima negara lain juga bergabung dan berstatus sebagai pengamat, yakni Mongolia, India, Iran, Pakistan, dan Afghanistan.

Latihan Peace Mission merupakan agenda rutin yang diadakan di wilayah anggota SCO setiap dua tahun sekali. Latihan kali ini sebenarnya diagendakan pada September 2020, namun ditunda karena pandemi virus corona.

Selanjutnya: Dipimpin China, 4 negara gelar latihan militer gabungan anti-terorisme

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru