kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.707   26,00   0,15%
  • IDX 6.461   -73,54   -1,13%
  • KOMPAS100 856   -10,81   -1,25%
  • LQ45 651   -8,28   -1,26%
  • ISSI 223   -1,77   -0,79%
  • IDX30 361   -4,82   -1,31%
  • IDXHIDIV20 451   -6,99   -1,53%
  • IDX80 98   -1,17   -1,18%
  • IDXV30 124   -1,89   -1,50%
  • IDXQ30 117   -1,35   -1,15%

Laju industri manufaktur China mendorong harga tembaga


Kamis, 10 Desember 2020 / 09:25 WIB

Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Tendi Mahadi

China yang juga berambisi menjadi pusat manufaktur kendaraan listrik juga dapat mendorong konsumsi tembaga di China. Tembaga merupakan komponen penting dalam kendaraan listrik dan digunakan dalam baterai dan infrastruktur kabel. 

Dalam jangka pendek harga tembaga juga berpotensi terdorong naik seiring munculnya harapan distribusi vaksin yang semakin dekat untuk terealisasi. Hal ini juga beriringan dengan pemulihan ekonomi yang juga bisa menyokong kenaikan harga tembaga. 

Baca Juga: IHSG berpotensi menguat pada Kamis (10/12), berikut pendorongnya

Secara teknikal Wahyu menganalisis harga tembaga berpotensi bullish ke US$ 7.500 per metrik ton-US$ 8.500 per metrik ton untuk kuartal IV-2020. Sementara untuk jangka menengah berpotensi naik ke US$ 8.764 per metrik ton seperti posisi tertinggi di Februari 2012. 

Namun, Wahyu mewanti-wanti ketika harga tembaga sentuh US$ 8.000 per metrik ton maka ancaman koreksi semakin kencang. Sementara, rentang US$ 6.500 per metrik ton-US$ 10.000 per metrik ton berpotensi terjadi di kuartal I-2021 atau di semester II-2021. 

Selanjutnya: Perencana keuangan menilai emas masih bisa dilirik tahun depan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×