kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.020   20,00   0,12%
  • IDX 7.069   -115,60   -1,61%
  • KOMPAS100 977   -15,58   -1,57%
  • LQ45 718   -9,01   -1,24%
  • ISSI 253   -4,17   -1,62%
  • IDX30 389   -4,09   -1,04%
  • IDXHIDIV20 483   -3,99   -0,82%
  • IDX80 110   -1,58   -1,41%
  • IDXV30 134   -0,70   -0,52%
  • IDXQ30 127   -1,31   -1,02%

KSP sebut pernyataan Novel Baswedan soal korupsi bansos Rp 100 triliun spekulatif


Sabtu, 22 Mei 2021 / 07:35 WIB

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

Menurut Edy, pemerintah juga  berkomitmen  menutup berbagai celah yang mungkin bisa digunakan untuk korupsi. Menurutnya salah satunya terlihat dari arahan presiden, dimana pada tahun 2021 pemberian bansos dalam bentuk barang diminimalkan.

Menurutnya bantuan yang didorong diberikan secara non tunai, transfer via rekening, atau langsung kepada penerima melalui kantor pos.

Baca Juga: Tawaran Tidak Menguntungkan Mengganjal Proses Restrukturisasi Nasabah Ritel Jiwasraya

Menurutnya hal ini juga terlihat dari skema PEN 2021. Dari total anggaran klaster Perlindungan Sosial sebesar Rp 150,28 triliun, hanya Rp 2,45 triliun yang dialokasikan dalam bentuk barang, yaitu bantuan beras.

Dia juga memastikan pemerintah juga melakukan monitoring yang ketat untuk meminimalkan potensi korupsi. Dia menambahkan, Kantor Staf Presiden juga telah membentuk Tim Monev PEN yang bekerja sejak 2020.

Berdasarkan hasil monitoring, program penyaluran bansos telah berjalan lancar. Tetapi dia tak menampik ini masih membutuhkan berbagai perbaikan.

Selanjutnya: Penjelasan KPK terkait beredarnya kabar Novel Baswedan dan sejumlah karyawan dipecat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×