kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Korea Utara kembali serukan kaum muda untuk jauhi segala bentuk budaya asing


Senin, 19 Juli 2021 / 20:55 WIB

Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - PYONGYANG. Surat kabar milik Pemerintah Korea Utara pada Minggu (18/7) kembali memberikan seruan kepada para pemuda untuk menjauh segala bentuk budaya asing.

Dilansir dari Yonhap, surat kabar Rodong Sinmun menyerukan generasi muda untuk berbicara dengan gaya bahasa sesuai dengan standar negara Korea Utara.

"Penetrasi ideologis dan budaya di bawah papan warna-warni borjuasi bahkan lebih berbahaya daripada musuh yang membawa  senjata," tulis Rodong Sinmun.

Surat kabar itu juga menyoroti keunggulan bahasa Korea Utara berdasarkan dialek Pyongyang dan menekankan perlunya kaum muda untuk menggunakannya dengan benar.

Bukan cuma bahasa, media pemerintah itu juga meminta generasi muda Korea Utara untuk mempertahankan gaya hidup nasional dalam hal pakaian, gaya rambut, musik, dan tarian.

Baca Juga: Kim Jong Un: Persahabatan militan antara Korea Utara dan China semakin kuat

Dalam artikelnya, Rodong Sinmun menuliskan, masa depan sebuah negara akan cerah jik generasi barunya memiliki ideologi dan semangat revolusioner yang kuat.

"Jika tidak, sistem sosial dan revolusi selama puluhan tahun akan musnah. Itulah pelajaran mendasar dalam sejarah gerakan sosialis dunia," tulisnya.

Setahun terakhir, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un semakin memperketat aturan kebudayaan, terutama larangan meniru budaya Korea Selatan.

Badan Intelijen Nasional Selatan melaporkan, Korea Utara memperketat larangan meniru gaya bahasa Korea Selatan, seperti menggunakan kata "oppa" untuk memanggil teman pria.

Pada Desember tahun lalu, Korea Utara memberlakukan kembali undang-undang yang memperberat hukuman atas kepemilikan video yang dibuat di Korea Selatan demi mencegah masuknya budaya luar yang dapat memengaruhi ideologi rakyatnya.

Selanjutnya: Korea Utara diprediksi akan memasuki masa paceklik parah mulai Agustus 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS [Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI

×