Korban banjir Eropa melonjak menjadi 188, Angela Merkel: Ini mengerikan

Senin, 19 Juli 2021 | 10:30 WIB Sumber: Reuters
Korban banjir Eropa melonjak menjadi 188, Angela Merkel: Ini mengerikan

ILUSTRASI. Angela Merkel menggambarkan banjir yang telah menghancurkan beberapa bagian Eropa sebagai kejadian yang mengerikan. REUTERS/Fabrizio Bensch

KONTAN.CO.ID - BERCHTESGADEN/BISCHOFSWIESEN. Kanselir Jerman Angela Merkel menggambarkan banjir yang telah menghancurkan beberapa bagian Eropa sebagai kejadian yang "mengerikan".

Hal tersebut dia utarakan pada Minggu (18/7/2021), setelah jumlah korban tewas di seluruh wilayah itu meningkat menjadi 188 dan sebuah distrik di Bavaria dihantam gempa serta cuaca ekstrim.

Melansir Reuters, Merkel menjanjikan bantuan keuangan cepat setelah mengunjungi salah satu daerah yang paling parah terkena dampak rekor curah hujan dan banjir yang telah menewaskan sedikitnya 157 orang di Jerman saja dalam beberapa hari terakhir. Dapat dikatakan, ini merupakan bencana alam terburuk di negara itu dalam hampir enam dekade.

Dia juga mengatakan pemerintah harus menjadi lebih baik dan lebih cepat dalam upaya mereka untuk mengatasi dampak perubahan iklim hanya beberapa hari setelah Eropa menguraikan paket langkah-langkah menuju emisi "nol bersih" pada pertengahan abad ini.

Baca Juga: Inggris pertahankan aturan karantina untuk pelancong dari Prancis

"Ini menakutkan. Bahasa Jerman hampir tidak bisa menggambarkan kehancuran yang terjadi," katanya kepada penduduk kota kecil Adenau di negara bagian Rhineland-Palatinate. 

Ketika upaya terus melacak orang hilang, kehancuran berlanjut pada hari Minggu ketika sebuah distrik Bavaria, Jerman selatan, dilanda banjir bandang yang menewaskan sedikitnya satu orang.

Jalan berubah menjadi sungai, beberapa kendaraan hanyut dan petak tanah terkubur di bawah lumpur tebal di Berchtesgadener Land. Ratusan petugas penyelamat sedang mencari korban selamat di distrik yang berbatasan dengan Austria.

Baca Juga: Jerman resmi membentuk komando militer luar angkasa

"Kami tidak siap untuk ini," kata administrator distrik Berchtesgadener Land Bernhard Kern, menambahkan bahwa situasi telah memburuk "secara drastis" pada Sabtu malam, menyisakan sedikit waktu bagi layanan darurat untuk bertindak.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru