Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Dalam menghadapi kondisi tersebut, pelaku industri mulai mencari berbagai solusi alternatif untuk menekan biaya produksi.
Salah satu strategi yang dilakukan adalah mengganti material kemasan yang terdampak langsung oleh kenaikan harga bahan baku.
Sebagai contoh, kemasan fleksibel yang sebelumnya menggunakan film polypropylene dapat diganti dengan film polyester yang saat ini belum terdampak signifikan.
Alternatif lainnya adalah penggunaan kemasan berbasis kertas atau peningkatan pemanfaatan bahan daur ulang.
Pelaku industri juga memperkuat kolaborasi dengan produsen barang konsumsi cepat saji (Fast Moving Consumer Goods/FMCG) untuk mencari inovasi kemasan yang lebih efisien.
Menurut Fajar, dalam situasi seperti ini hampir seluruh industri terdampak, sehingga inovasi dan efisiensi menjadi kunci untuk bertahan.
Tonton: Astra Infra Berikan Diskon Tarif Tol 30% Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
“Dalam situasi ini semua terkena dampaknya. Tinggal bagaimana kesiapan menghadapinya. Rasanya kita harus bertahan dengan inovasi yang bisa dilakukan, karena permintaan domestik sebenarnya masih cukup baik,” ujar Fajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












