kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.019   17,00   0,09%
  • IDX 5.274   -5,00   -0,09%
  • KOMPAS100 679   -0,46   -0,07%
  • LQ45 531   0,83   0,16%
  • ISSI 179   -0,44   -0,25%
  • IDX30 298   0,66   0,22%
  • IDXHIDIV20 391   1,37   0,35%
  • IDX80 78   0,10   0,13%
  • IDXV30 108   0,42   0,39%
  • IDXQ30 99   0,39   0,40%

Kirim 100 pesawat lebih, AS desak China setop kegiatan militer provokatif di Taiwan


Senin, 04 Oktober 2021 / 23:00 WIB

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. AS pada Minggu (3/10) mendesak China untuk menghentikan kegiatan militer provokatif di dekat Taiwan, setelah lebih dari 100 pesawat tempur China memasuki zona pertahanan udara Taiwan selama empat hari.

Taiwan yang diklaim oleh Beijing telah mengeluh selama lebih dari satu tahun terakhir atas misi berulang oleh Angkatan Udara China, seringkali di bagian Barat Daya zona pertahanan udaranya dekat dengan Kepulauan Pratas yang dikuasai Taipe.

Pada Jumat, Sabtu, Minggu, dan Senin, Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan, Angkatan Udara China telah mengirim pesawat tempur ke zona tersebut, dengan 52 unit pada Senin (4/10) saja, jumlah tertinggi yang dilaporkan hingga saat ini.

"Amerika Serikat sangat prihatin dengan aktivitas militer provokatif Republik Rakyat China di dekat Taiwan, yang membuat tidak stabil, berisiko salah perhitungan, dan merusak perdamaian dan stabilitas regional," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price.

Baca Juga: Presiden Xi Jinping sebut, saat ini situasi di Selat Taiwan rumit dan suram

"Kami mendesak Beijing untuk menghentikan tekanan dan paksaan militer, diplomatik, dan ekonominya terhadap Taiwan," tegasnya dalam sebuah pernyataan, sepeti dikutip Reuters.

Amerika Serikat memiliki kepentingan abadi dalam perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, dan akan terus membantu Taiwan dalam mempertahankan "kemampuan pertahanan diri yang memadai", Price mengaskan.

"Komitmen AS untuk Taiwan sangat kuat dan berkontribusi pada pemeliharaan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan di dalam kawasan," imbuh dia.

Menlansir Reuters, Kementerian Luar Negeri Taiwan berterima kasih kepada Amerika Serikat atas perhatiannya, dan mengatakan China meningkatkan ketegangan di kawasan Indo-Pasifik.

Baca Juga: Taiwan butuh senjata jarak jauh dan akurat, demi mencegah ancaman China



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×