kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.711   -72,00   -0,40%
  • IDX 6.669   73,26   1,11%
  • KOMPAS100 872   13,20   1,54%
  • LQ45 661   9,20   1,41%
  • ISSI 232   2,67   1,16%
  • IDX30 370   5,12   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   6,98   1,55%
  • IDX80 99   1,55   1,59%
  • IDXV30 127   2,76   2,23%
  • IDXQ30 118   1,80   1,55%

Kirim 100 pesawat lebih, AS desak China setop kegiatan militer provokatif di Taiwan


Senin, 04 Oktober 2021 / 23:00 WIB

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. AS pada Minggu (3/10) mendesak China untuk menghentikan kegiatan militer provokatif di dekat Taiwan, setelah lebih dari 100 pesawat tempur China memasuki zona pertahanan udara Taiwan selama empat hari.

Taiwan yang diklaim oleh Beijing telah mengeluh selama lebih dari satu tahun terakhir atas misi berulang oleh Angkatan Udara China, seringkali di bagian Barat Daya zona pertahanan udaranya dekat dengan Kepulauan Pratas yang dikuasai Taipe.

Pada Jumat, Sabtu, Minggu, dan Senin, Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan, Angkatan Udara China telah mengirim pesawat tempur ke zona tersebut, dengan 52 unit pada Senin (4/10) saja, jumlah tertinggi yang dilaporkan hingga saat ini.

"Amerika Serikat sangat prihatin dengan aktivitas militer provokatif Republik Rakyat China di dekat Taiwan, yang membuat tidak stabil, berisiko salah perhitungan, dan merusak perdamaian dan stabilitas regional," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price.

Baca Juga: Presiden Xi Jinping sebut, saat ini situasi di Selat Taiwan rumit dan suram

"Kami mendesak Beijing untuk menghentikan tekanan dan paksaan militer, diplomatik, dan ekonominya terhadap Taiwan," tegasnya dalam sebuah pernyataan, sepeti dikutip Reuters.

Amerika Serikat memiliki kepentingan abadi dalam perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, dan akan terus membantu Taiwan dalam mempertahankan "kemampuan pertahanan diri yang memadai", Price mengaskan.

"Komitmen AS untuk Taiwan sangat kuat dan berkontribusi pada pemeliharaan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan di dalam kawasan," imbuh dia.

Menlansir Reuters, Kementerian Luar Negeri Taiwan berterima kasih kepada Amerika Serikat atas perhatiannya, dan mengatakan China meningkatkan ketegangan di kawasan Indo-Pasifik.

Baca Juga: Taiwan butuh senjata jarak jauh dan akurat, demi mencegah ancaman China



TERBARU
Terpopuler
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×