kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kinerja indsutri mamin diyakini tumbuh, ini pendorongnya


Jumat, 16 April 2021 / 04:15 WIB

Reporter: Dimas Andi | Editor: Tendi Mahadi

Meski momentum Ramadan dan Lebaran disebut sebagai masa puncak industri mamin, Adhi menilai bahwa sektor tersebut juga bisa tumbuh manakala kegiatan sekolah tatap muka kembali diberlakukan. Sebab, konsumsi makanan atau minuman di kalangan pelajar dan mahasiswa tergolong besar.

“Pembukaan sekolah tatap muka bisa meningkatkan jual-beli produk mamin yang ada di lingkungan sekolah tersebut,” tutur Adhi.

Baca Juga: Japfa Comfeed (JPFA) siapkan belanja modal sebesar Rp 1,9 triliun pada 2021

Gapmmi pun masih optimistis rata-rata penjualan mamin secara nasional dapat tumbuh sekitar 5%-7% sepanjang tahun 2021. Proyeksi tersebut mempertimbangkan potensi pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 4%-6% di tahun ini dan kesuksesan program vaksinasi. Namun, prediksi tersebut belum menghitung dampak larangan mudik yang notabene belum lama diumumkan.

Target penjualan tersebut tetap lebih baik ketimbang realisasi di tahun lalu tatkala industri mamin hanya tumbuh 1,58%.

“Tahun ini kami prediksi tumbuh 5%-7% walau keadaan belum normal. Kalau tanpa pandemi, biasanya di atas 7%-9%. Tapi kami belum memperkirakan penjualan mamin jika terjadi larangan mudik,” pungkas dia.

Selanjutnya: Realisasi penjualan gas PGN (PGAS) pada Februari 2021 sebesar 844 BBTUD

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×