kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.017   -32,00   -0,19%
  • IDX 7.151   102,46   1,45%
  • KOMPAS100 987   15,12   1,56%
  • LQ45 724   8,45   1,18%
  • ISSI 255   4,01   1,60%
  • IDX30 392   3,86   0,99%
  • IDXHIDIV20 488   0,46   0,10%
  • IDX80 111   1,56   1,42%
  • IDXV30 135   -0,06   -0,04%
  • IDXQ30 128   1,13   0,89%

Kementan hanya bisa penuhi 9 juta ton pupuk subsidi per tahun, ini alasannya


Sabtu, 30 Oktober 2021 / 20:40 WIB
Kementan hanya bisa penuhi 9 juta ton pupuk subsidi per tahun, ini alasannya

Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Tendi Mahadi

Gulat mengatakan, ketika dalam kondisi harga pupuk murah pendapatan petani jauh lebih baik. Sebelum adanya kenaikan harga, petani bisa mengantongi pendapatan hingga Rp 4,6 juta setiap bulannya.

“Sebelum harga pupuk naik, kami masih mendapatkan rata-rata petani sawit yang sudah kami survei dengan luas lahan 4,8 hektare (Ha) dengan pendapatan Rp 4,6 juta per hektar setiap bulan. Kalau rata-ratanya take home pay Rp 1,1 juta. Itu dihitung sejak Februari hingga April,” terang dia.

Gulat menyebut, saat ini harga pupuk paling murah adalah Rp 6.000 per kilogram. Sebab itu, Ia meminta para produsen pupuk khususnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mau menurunkan harga pupuk.

“Jadi kami ingin membuka ini kenapa justru pupuk pelat merah BUMN yang kata logonya untuk Indonesia kenapa justru yang lebih dulu naik. Harusnya dia menjaga supaya harga pupuk dengan produsen-produsen lain tidak melonjak, ini yang terjadi,” ujar Gulat.

Selanjutnya: BUMN Klaster Pangan ekspor beras perdana ke Arab Saudi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×