kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.096   61,00   0,34%
  • IDX 6.131   -55,20   -0,89%
  • KOMPAS100 800   -7,14   -0,88%
  • LQ45 608   -4,53   -0,74%
  • ISSI 212   -1,96   -0,92%
  • IDX30 342   -2,78   -0,81%
  • IDXHIDIV20 423   -3,94   -0,92%
  • IDX80 91   -0,74   -0,80%
  • IDXV30 116   -0,67   -0,57%
  • IDXQ30 110   -0,83   -0,75%

Kemenkeu pede ekonomi Indonesia di atas mayoritas negara ASEAN lain, ini alasannya


Selasa, 12 Januari 2021 / 16:40 WIB

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Tendi Mahadi

Kata Febrio, selama pandemi ekonomi Indonesia akan tergantung dari penangan pandemi Covid-19. Di dalam negeri, kasus harian COVID-19 masih tetap berlanjut dengan penambahan kasus yang masih eskalatif terutama dalam 1,5 bulan terakhir. 

Alhasil, upaya penanganan pandemi Covid-19 menyebabkan terganggunya mobilitas yang berujung pada penurunan aktivitas ekonomi. Di kuartal I-2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia langsung terdampak dengan realisasi minus 2,97% yoy setelah di beberapa tahun sebelumnya selalu berada di kisaran angka 5% yoy. 

Baca Juga: Inilah stimulus UMKM dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021

Selanjutnya di kuartal II-2020, Indonesia menetapkan kebijakan PSBB ketat untuk meminimalisasi penyebaran kasus Covid-19 yang menyebabkan ekonomi nasional terkontraksi sebesar minus 5,32% yoy. 

Kemudian pada kuartal III-2020, seiring dengan pelonggaran PSBB, perekonomian Indonesia mulai menunjukkan titik pembalikan meskipun masih terkontraksi minus 3,49%. 

“Namun eskalasi Covid-19 sampai dengan akhir tahun yang relatif tinggi masih memberikan tekanan pada kinerja pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Kepala BKF Kemenkeu Febrio Kacaribu, Selasa (12/1).

Selanjutnya: Imbas pandemi corona, restitusi pajak melonjak hingga Rp 117,9 triliun di 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Legacy

×