kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.888.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.160   3,00   0,02%
  • IDX 7.624   -52,36   -0,68%
  • KOMPAS100 1.056   -6,56   -0,62%
  • LQ45 760   -4,37   -0,57%
  • ISSI 277   0,16   0,06%
  • IDX30 404   -2,51   -0,62%
  • IDXHIDIV20 489   -2,28   -0,46%
  • IDX80 118   -0,60   -0,51%
  • IDXV30 138   1,46   1,07%
  • IDXQ30 129   -0,80   -0,62%

Kemenkeu pede ekonomi Indonesia di atas mayoritas negara ASEAN lain, ini alasannya


Selasa, 12 Januari 2021 / 16:40 WIB

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Tendi Mahadi

Kata Febrio, selama pandemi ekonomi Indonesia akan tergantung dari penangan pandemi Covid-19. Di dalam negeri, kasus harian COVID-19 masih tetap berlanjut dengan penambahan kasus yang masih eskalatif terutama dalam 1,5 bulan terakhir. 

Alhasil, upaya penanganan pandemi Covid-19 menyebabkan terganggunya mobilitas yang berujung pada penurunan aktivitas ekonomi. Di kuartal I-2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia langsung terdampak dengan realisasi minus 2,97% yoy setelah di beberapa tahun sebelumnya selalu berada di kisaran angka 5% yoy. 

Baca Juga: Inilah stimulus UMKM dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021

Selanjutnya di kuartal II-2020, Indonesia menetapkan kebijakan PSBB ketat untuk meminimalisasi penyebaran kasus Covid-19 yang menyebabkan ekonomi nasional terkontraksi sebesar minus 5,32% yoy. 

Kemudian pada kuartal III-2020, seiring dengan pelonggaran PSBB, perekonomian Indonesia mulai menunjukkan titik pembalikan meskipun masih terkontraksi minus 3,49%. 

“Namun eskalasi Covid-19 sampai dengan akhir tahun yang relatif tinggi masih memberikan tekanan pada kinerja pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Kepala BKF Kemenkeu Febrio Kacaribu, Selasa (12/1).

Selanjutnya: Imbas pandemi corona, restitusi pajak melonjak hingga Rp 117,9 triliun di 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×