kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Kemenkes: Penyintas Covid-19 bisa dapatkan vaksin lebih cepat


Kamis, 30 September 2021 / 12:00 WIB
Kemenkes: Penyintas Covid-19 bisa dapatkan vaksin lebih cepat
ILUSTRASI. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan aturan baru mengenai vaksinasi Covid-19 bagi penyintas. KONTAN/BAihaki/28/9/2021

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan aturan baru mengenai vaksinasi Covid-19 bagi penyintas. 

Sebelumnya, mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/Menkes/4638/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), penyintas Covid-19 baru bisa mendapatkan vaksinasi 3 bulan setelah sembuh. 

Tak hanya itu, apabila setelah pemberian dosis pertama seseorang terinfeksi Covid-19, maka vaksin Covid-19 dosis kedua tetap harus diberikan dengan interval yang sama yaitu 3 bulan sejak dinyatakan sembuh. Adapun vaksinasi Covid-19 dosis pertama tidak perlu diulang.

Namun kini, aturan tersebut diubah. 

Menurut Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Kemenkes mengeluarkan surat edaran (SE) dengan nomor HK.02.01/1/2524/2021 yang mengatur tentang vaksinasi Covid-19 bagi penyintas. 

Baca Juga: Mudah, ini cara cek sertifikat vaksin Covid-19 tanpa instal aplikasi PeduliLindungi

"Dalam surat edaran ini, diatur ketentuan bahwa penyintas Covid-19 dengan derajat keparahan penyakit ringan hingga sedang, vaksinasi diberikan dengan jarak waktu minimal 1 bulan setelah dinyatakan sembuh," papar Nadia dalam siaran pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (29/9/2021).

Nadia juga menguraikan, untuk penyintas dengan derajat keparahan penyakit yang berat, vaksinasi diberikan dengan jarak waktu minimal tiga bulan setelah dinyatakan sembuh. 

Baca Juga: Perbedaan 9 jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia

Dia berharap, seluruh dinas kesehatan kabupaten/kota maupun provinsi serta fasilitas kesehatan mau mengikuti aturan terbaru ini. 

Sementara, lanjutnya, untuk jenis vaksin yang diberikan kepada penyintas disesuaikan dengan logistik vaksin yang tersedia.

Selanjutnya: Pengguna PeduliLindungi kerap gagal akses sertifikat vaksinasi Covid-19, ini sebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×