Kelompok serang kapal induk Inggris menuju Laut China Selatan, kirim pesan ke China

Sabtu, 29 Mei 2021 | 16:30 WIB Sumber: Reuters
Kelompok serang kapal induk Inggris menuju Laut China Selatan, kirim pesan ke China


KONTAN.CO.ID - CASCAIS. Kapal induk Inggris HMS Queen Elizabeth mengambil bagian dalam latihan NATO di Mediterania minggu ini, menjelang pelayaran delapan bulan yang akan melintasi Laut China Selatan.

Pelayaran melalui Laut China Selatan sekaligus sebagai sinyal ke Beijing bahwa jalur laut harus tetap terbuka.

HMS Queen Elizabeth adalah "pernyataan yang sangat kuat," kata Komodor Steve Moorhouse, komandan dan kapten kapal induk Inggris itu kepada Reuters di dek saat latihan di lepas pantai Portugal.

"Itu menunjukkan bahwa kami adalah angkatan laut global dan ingin kembali ke sana," ujarnya saat jet tempur siluman F-35B lepas landas di HMS Queen Elizabeth.

"Tujuan kami adalah pelayaran ini akan menjadi bagian dari kehadiran Inggris yang lebih gigih di kawasan itu," tambahnya, mengacu pada Indo-Pasifik yang mencakup India dan Australia.

Baca Juga: Bikin panas China, Jepang, AS, dan Prancis gelar latihan militer gabungan

Inggris adalah sekutu utama Amerika Serikat di medan perang di Irak dan Afghanistan dan, bersama Prancis, kekuatan militer utama di Uni Eropa. 

Namun, pemungutan suara 2016 untuk meninggalkan Uni Eropa alias Brexit telah menimbulkan pertanyaan tentang peran global Inggris.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, London mengumumkan peningkatan belanja militer terbesarnya sejak Perang Dingin akhir tahun lalu dan telah menggembar-gemborkan pengaruh kapal induk, yang dibangun dengan biaya US$ 4,26 miliar.

HMS Queen Elizabeth memimpin tujuh kapal

HMS Queen Elizabeth akan berlatih dengan kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan, di sepanjang rute pelayarannya, Moorhouse mengungkapkan.

Inggris, seperti China, sekarang memiliki dua kapal induk. 

Baca Juga: Militer Inggris siapkan £ 800 juta untuk borong 148 tank Challenger 3

HMS Queen Elizabeth seberat 65.000 ton membawa delapan jet tempur F-35B Inggris dan 10 jet tempur F-35 AS serta 250 marinir AS sebagai bagian dari 1.700 kru kapal induk itu.

Kapal induk ini akan memimpin dua kapal perusak, dua fregat, satu kapal selam, dan dua kapal pendukung dalam perjalanannya sejauh 26.000 mil laut, bergabung dengan kapal perusak AS dan satu fregat Belanda.

Ditanya tentang upaya Inggris untuk meningkatkan pengaruh di kawasan Indo-Pasifik untuk melawan kekuatan China yang meningkat, Moorhouse mengatakan: "Kami ingin menegakkan norma-norma internasional, kehadiran kami di luar sana adalah kunci mutlak".

Di Mediterania, kelompok kapal induk Inggris adalah bagian dari latihan terbesar NATO tahun ini bertajuk Steadfast Defender, yang mencakup latihan maritim dengan sekitar 5.000 pasukan dan 18 kapal perang.

"Ini mengirimkan pesan tekad NATO," kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg di atas HMS Queen Elizabeth.

"Kami menghadapi ancaman dan tantangan global, termasuk pergeseran keseimbangan kekuatan dengan kebangkitan China," katanya yang menambahkan, meskipun China memiliki angkatan laut terbesar di dunia, itu tidak dianggap sebagai musuh NATO.

Selanjutnya: Di Laut China Selatan, pesawat tempur China hujani ribuan amunisi ke target latihan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru